Evolusi celana di NBA

September 3, 2009

Michael JordanTahukah anda?

Sebelum era 90-an hingga sekarang, dahulu NBA tampil sangat berbeda. Selain dari rating TV dan jumlah penonton yang meningkat, fashion di NBA pun berbeda jauh dengan NBA saat ini.

Dulu para pemain NBA mengenakan celana basket yang ketat dan sangat pendek. Tapi sekarang sudah berubah. Pebasket di NBA sekarang mengenakan celana basket model baggy dan panjang selutut.

Tapi tahukah anda, siapa yang pertama kali mengubah tradisi ini?

Ternyata Michael Jordan yang menjadi pemain pertama yang memakai celana yang bermodel baggy di NBA.

Hal ini karena Mike, sapaan akrabnya, selalu memakai celana basket tim kuliahnya yaitu North Carolina Tarheels. Celana kuliahnya ini selalu dipakainya di dalam celana Chicago Bulls pada tiap pertandingan NBA.

Jadi Mike harus memakai celana yang lebih besar dan berbeda model dengan celana yang biasa dipakai pemain lainnya.

Gak panas tuh pake celana dobel gitu, Mike?


Kontroversi Abdul-Rauf

September 2, 2009

Abdur-Rauf yang berdoa ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dinyanyikanTahukah anda?

Pada tanggal 12 Maret 1996, Mahmoud Abdul-Rauf, pemain basket NBA asal Denver Nuggets mendapat sanksi larangan bertanding dari NBA. Hukuman ini dikenakan pada Abdul-Rauf tidak bersedia untuk berdiri ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dinyanyikan sesaat sebelum pertandingan basket NBA.

Abdul-Rauf menganggap hal ini tidak pantas dilakukan karena menurutnya bendera Amerika Serikat adalah simbol penindasan. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sendiri mempunyai sejarah tirani yang panjang dan tidak sesuai dengan keyakinannya sebagai seorang muslim.

Tapi hukuman skors tersebut hanya berlangsung satu pertandingan. Dua hari kemudian sanksi tersebut dicabut.

NBA pun membuat kesepakatan dengan Abdul-Rauf. Abdul-Rauf tetap harus berdiri pada saat lagu kebangsaan dinyanyikan, tapi ia diperbolehkan untuk menundukkan kepala dan memejamkan matanya.

Abdul-Rauf mengatakan pada saat seperti itu, ia memanjatkan doa.

Sungguh muslim yang baik.


Sepatu Air Jordan

August 23, 2009

Michael JordanTahukah anda?

Michael Jordan, legenda NBA dan bintang Chicago Bulls yang berhasil membawa tim asal Chicago berlambang banteng merah itu merebut 6 titel juara NBA pada periode 1991-98 ternyata memiliki cerita yang unik.

Semua orang tahu kehebatan Michael Jordan di lapangan, bagaimana kepemimpinannya di Chicago Bulls. Dan bagaimana sosoknya yang sangat disegani di NBA, baik oleh pemain, pelatih maupun wasit sekalipun.

Tapi tahukah anda bahwa Michael Jordan adalah seorang trendsetter fashion di NBA?

Di musim pertamanya di NBA, Jordan yang dikontrak oleh Nike memakai model sepatu yang sangat berbeda dari sepatu pemain basket NBA kala itu. Ia memakai sepatu dengan warna yang sangat serasi dengan warna seragam Chicago Bulls yang berwarna merah dan hitam. NBA menganggap hal ini sebagai suatu pelanggaran kode etik pemakaian seragam. Ketika itu semua pemain basket di NBA memakai sepatu basket berwarna putih polos.

Tapi Michael Jordan tetap memakainya dan lahirlah seri sepatu basket nike dengan kode Air Jordan.


Steve Nash kecolongan

August 22, 2009

Steve Nash, kapten Phoenix Suns berbicara dengan wasit. Tampak Shaq dibelakangnya. Tahukah anda?

Steve Nash yang dikenal di NBA sebagai stealer, pencuri bola yang ulung kali ini kecolongan.

Shaquille O’Neal, bekas rekan Nash di Phoenix Suns yang baru saja pindah ke Cleveland Cavaliers diberitakan mencuri ide sang mantan MVP NBA tersebut.

Reality Show baru Shaq yang berjudul “Shaq Vs. “, ternyata lahir dari ide Steve Nash yang secara blak-blakan dicuri oleh O’Neal, demikian yang dikutip oleh Arizona Republic. Reality Show ini disiarkan mulai tanggal 18 Agustus di stasiun TV ABC.

Pada bulan Februari 2008, Steve Nash pernah menceritakan rencananya untuk membuat suatu acara televisi kepada Shaq. Acara tersebut akan berisi ia berkompetisi dengan atlit-atlit dari cabang olahraga lain selain basket.

Tapi betapa terkejutnya Nash ketika pada awal musim 2008-09 Shaq berbicara kepada semua orang di dalam bus tim bahwa ia akan membuat reality show baru dengan konsep yang sangat sama.

Nash pun mengambil jalan hukum dan sekarang ia diangkat sebagai produser acara itu.

Wah wah, Lebron James harus hati-hati nih kalau punya rencana membuat reality show supaya jangan seperti Steve Nash.

(Sumber berita : Arizona Republic)


Magic Johnson dan NBA Finals 1980

August 19, 2009

Magic Johnson ketika berhadapan dengan 76ers di Final NBA 1980Tahukah Anda?

Earvin “Magic” Johnson adalah satu-satunya pemain NBA yang menjadi pemain terbaik NBA Finals ketika masih menjadi rookie.

Magic Johnson masuk ke NBA pada musim 1979-80. Ia adalah dipilih Lakers sebagai rookie (pemain baru) NBA pada pilihan pertama NBA Draft 1979.

Magic menjadi pemain yang paling ditunggu musim itu karena ia telah menjadi buah bibir dunia basket semenjak ia membawa Michigan mengalahkan Indiana State dan menjadi juara NCAA 1979 . Final NCAA 1979 disebut-sebut sebagai final terbaik NCAA (Liga Basket tingkat Universitas) sepanjang masa dimana ia mengalahkan seseorang yang juga bakal menjadi legenda NBA, Larry Bird.

Larry Bird yang juga masuk ke NBA pada tahun 1979 dinobatkan menjadi NBA Rookie of the year, pemain muda terbaik NBA musim itu.

Tapi Magic menggebrak di Final NBA 1980. Kala itu Lakers berhadapan dengan Philadelphia 76ers. Lakers yang unggul 3-2 hingga game ke 5 harus kehilangan center mereka, Kareem Abdul-Jabbar. Abdul-Jabbar yang mencetak 40 poin di game 5 cedera pergelangan kakinya dan absen di game berikutnya.

Di game 6 Magic Johnson menggantikan posisi Abdul-Jabbar sebagai center Lakers. Ia mencetak 42 angka, 15 rebound, 7 assist dan 3 steal. Lakers menang di game 6 dan menjadi juara NBA.

Penampilan Magic Johnson yang memukau di sepanjang seri final NBA tersebut membuatnya dinobatkan menjadi rookie NBA pertama yang dinobatkan menjadi MVP Finals.

(Sumber photo : si.com)


Dwight Howard dan Orlando Magic

June 18, 2009

Dwight HowardTahukah anda?

Pada tahun 2004, Orlando Magic memenangkan undian NBA Draft dan menjadi tim pertama yang dapat memilih pemain baru untuk terjun ke NBA. Ini adalah kali ketiganya Magic memenangkan undian Draft selama 15 tahun berkiprah di NBA.

Ada dua kandidat kala itu. Yang pertama adalah Dwight Howard, seorang pemain Center berusia 18 tahun dengan sejuta potensi yang belum tergali. Ia adalah pemain basket yang dianggap masih “mentah” dan belum terpoles. Sementara kandidat lainnya adalah Pemain Center bintang juara bertahan NCAA (liga basket mahasiswa), Connecticut, bernama Emeka Okafor.

Pilihan yang mudah saja bukan? Tapi Orlando Magic memilih Dwight Howard. Dan Okafor dipilih oleh Charlotte Bobcats.

Okafor memiliki karier yang baik di NBA. Tapi Dwight Howard telah melewati Okafor dalam segala hal. Howard menjadi juara Slam Dunk Contest dan tahun ini menjadi pemain bertahan terbaik 2009. Tahun ini Howard membawa Magic kembali ke NBA Finals.

(Sumber : nba.com)


Spaniard Brothers

June 14, 2009

Pau Gasol (16)Tahukah anda?

Pau Gasol, Center Los Angeles Lakers asal negeri matador Spanyol, yang terkenal dengan permainannya yang taktis dan sarat teknis ternyata memiliki saudara kandung yang juga bermain di NBA.

Pau, sang kakak, yang di draft (salah satu sistem rekrutmen di NBA) pada tahun 2001 oleh Memphis Grizzlies dari salah satu klub kenamaan dari ACB, Liga Basket Profesional di Spanyol, yaitu Barcelona.

Ia juga meraih gelar Rookie of the year, pendatang muda terbaik NBA, pada musim 2001-02. Gasol pindah ke Lakers pada pertengahan musim 2007-08 dan langsung merasakan NBA Finals pada musim tersebut. Gasol dan Lakers kalah oleh Boston Celtics. Tahun ini Gasol yang telah berusia 28 tahun kembali ke Finals bersama Lakers dan bertekad untuk tidak kalah lagi.

Marc Gasol (33)Sementara sang adik, Marc, yang memiliki tinggi badan 2,16 m, tiga cm lebih tinggi dari sang kakak, sebenarnya telah di draft pada tahun 2007. Tapi ia tetap bermain di Liga Basket Spanyol bersama Barcelona.

Marc, 23 tahun, sejak tahun 2003 telah bermain bersama Barcelona. Pada musim 2007-08, Marc dinobatkan sebagai MVP Liga tersebut. Akhirnya Marc menandatangani kontrak bersama Memphis Grizzlies, bekas klub kakaknya pada tanggal 9 Juli 2008.

Prestasi Marc antara lain adalah membawa Spanyol merebut medali emas pada kejuaraan basket dunia FIBA tahun 2006. Dan medali perak pada Kejuaraan Basket Eropa pada tahun 2007.

Ia juga menjadi anggota tim Spanyol yang berlaga pada Olimpiade Beijing 2008 bersama sang kakak, Pau.

Memiliki reputasi sebagai salah satu pemain terbaik Eropa, Marc Gasol adalah pemain Spanyol ketiga yang bermain untuk Memphis Grizzlies. Yang pertama adalah sang kakak, Pau Gasol pada tahun 2001 dan Juan Carlos Navarro pada tahun 2007.

(Sumber photo : nba.com)


Reuni Top 100 Camp di NBA Finals

June 13, 2009

Rashard LewisTahukah anda?

Jauh sebelum Rashard Lewis (Magic) dan Lamar Odom (Lakers) bertanding di NBA Finals, mereka pernah berlatih di Top 100 Camp.

Dua pemain Forward ini sama-sama mengikuti Top 100 Camp pada tahun 1997. Mereka adalah 2 dari 8 alumni Top 100 Camp lainnya yang bermain baik untuk Lakers maupun Magic.

Top 100 Camp adalah camp pelatihan bagi atlet-atlet basket SMU yang dibiayai oleh Asosiasi Pemain NBA. Camp ini dibentuk tahun 1994 untuk membantu mengembangkan bakat dan kemampuan atlet basket SMU di lapangan maupun di luar lapangan.

Odom adalah bintang SMU basket asal New York yang sebenarnya telah mendapat beasiswa dari UNLV (University of Nevada Las Vegas) sebelum akhirnya memilih untuk bermain di Rhode Island. Sementara Rashard Lewis akhirnya langsung “loncat” ke NBA dari SMU pada tahun 1998.

Dwight Howard (Magic) dan Jordan Farmar (Lakers) juga satu camp di tahun 2003.  Alumni lainnya yang juga ikut tampil di Finals tahun ini adalah Kobe Bryant (1994), Luke Walton (1998), Josh Powell (1999) dan Trevor Ariza (2002).

Top 100 Camp tahun ini, angkatan 2010, akan diadakan tanggal 17 s/d 24 Juni di University of Virginia. 24 dari 25 atlet basket SMU yang masuk ke dalam ranking tertinggi pilihan scout.com akan ikut serta di camp tersebut.

(Sumber photo : nba.com)


Jimat Orlando Magic

June 11, 2009

Gina Marie Incandela menyanyikan lagu kebangsaan AS di OrlandoTahukah anda?

Orlando Magic memenangkan Game Finals pertamanya di Amway Arena, kandang mereka, sejak Finals terakhir mereka tahun 1995.

Apa rahasianya?

Apakah persentase tembakan mereka yang mencapai 63% itu? Apakah rebound mereka?

Ternyata, rahasianya adalah Gina.

Orlando Magic memperpanjang rekor kemenangan mereka di playoff menjadi 6-0 dan 7-0 selama musim reguler ketika Gina Marie Incandela, gadis berusia tujuh tahun menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat untuk mereka. Lihat videonya.

Gina sejak kecil telah didiagnosa mengidap suatu penyakit sejenis autis. Orang tua Gina yang takut Gina tidak akan dapat berbicara mengirimnya ke University of Central Florida, di mana instruktur di sana menggunakan musik untuk membantunya bicara. Gina sangat menyukai Leann Rimes ketika menyanyikan lagu kebangsaan Amerika: The Star Spangled Banner. Dan itu menjadi lagu andalannya.

Pertandingan Rabu kemarin adalah penampilan kelima berturut-turut Gina sebelum pertandingan Orlando Magic. Dan Gina pun dijadwalkan akan kembali menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat di game 4 Jumat pagi besok.

Akankah Gina membawa tuahnya kembali?

(Sumber photo : yahoo.com)


Final Pertama MJ

June 11, 2009

Magic vs JordanTahukah anda?

Michael Jordan, Legenda NBA yang membawa Bulls juara NBA 6 kali dalam 8 tahun di tahun 90-an ternyata pernah menelan pil pahit di pertandingan pertamanya di NBA Finals.

Pada tahun 1991, Michael Jordan dan Chicago Bulls merasakan Final pertama mereka melawan Magic Johnson dan LA Lakers.

Final itu disebut-sebut media “Showtime vs Airtime”. Showtime adalah julukan Lakers kala itu dengan permainan “cantik” mereka yang diarsiteki oleh Earvin “Magic” Johnson, sementara airtime diambil dari Julukan Mike, panggilan akrab Jordan, Michael “Air” Jordan.

Pertandingan pertama diadakan di Chicago Stadium, kandang Bulls sebelum mereka pindah ke United Center. Lakers menang di pertandingan tersebut.

Usai pertandingan, MJ yang dianggap pengamat kala itu mengalami choked (demam panggung) terlihat sangat tenang ketika diwawancarai media.

Bulls membalikkan keadaan dan akhirnya menjuarai NBA dengan mengalahkan Lakers 4-1. Itulah awal lahirnya “The Jordan Era”.

Selama 7 musim berikutnya, Bulls yang masuk ke Final 5 kali tidak terkalahkan di NBA Finals.

(Sumber photo : nba.com)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.