Happy Birthday Kobe!

August 24, 2009

Kobe Bryant terbang untuk melakukan dunkGuard Los Angeles Lakers Kobe Bryant berulang tahun yang ke-31. MVP NBA  tahun 2008 itu berhasil membawa Lakers kembali menjadi juara NBA tahun ini setelah mereka gagal tahun lalu. Lakers kalah dari Boston Celtics di Final NBA 2008.

Kobe Bryant dilahirkan di Philadelphia, Pennsylvania pada tanggal 23 Agustus 1978. Ia memiliki 2 saudara perempuan dan satu-satunya putra dari mantan pemain NBA Joe “Jellybean” Bryant.

Pada usia 6 tahun, ayahnya pindah dari NBA untuk bermain di Italy. Hal ini sangat berpengaruh bagi perkembangan jiwa Kobe. Ia tumbuh dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Kobe menjadi sangat mahir berbahasa Spanyol dan Italy.

Seperti anak-anak di Italy lainnya, Kobe kecil sangat menyukai sepakbola. Klub kesayangannya adalah AC Milan. Dan pemain favoritnya adalah mantan pemain Milan yang pernah menjadi pelatih F.C. Barcelona, Frank Rijkaard dan pemain Brasil Ronaldinho.

Tahukah anda, Joe “Jellybean” Bryant memberi nama putranya “Kobe” karena Joe sangat menggemari steak Kobe-beef dari Jepang.

Untung Joe bukan penggemar ketoprak ya..


Magic Tidak Tinggal Diam

June 27, 2009

Vince Carter dengan seragam barunyaOrlando, Fl

Hanya beberapa jam setelah Cleveland Cavaliers merekrut Shaquille O’Neal dari Phoenix Suns, jawara wilayah timur Orlando Magic langsung merespon perpindahan pemain tersebut. Magic, tim pertama Shaq ketika memulai kiprahnya di NBA, memboyong bintang New Jersey Nets Vince Carter untuk menambah daya gempur tim asal Orlando tersebut.

Carter akan bergabung bersama bintang Magic Dwight Howard dan Rashard Lewis. Sementara, bintang Magic lainnya asal Turki, Hidayat ‘Hedo’ Turkoglu kemungkinan besar akan tetap bermain untuk Magic setelah datangnya Vince Carter.

Carter dilepas oleh New Jersey Nets setelah Orlando Magic rela menukar Carter dengan 3 pemain sekaligus, yaitu point guard Raffer Alston, Tony Battie,  dan Courtney Lee. Magic mendapat satu tambahan pemain dari Nets yaitu Ryan Anderson. Bagi Carter ini adalah kepulangannya ke kampung halaman. Carter semasa kecilnya tinggal di Daytona Beach, Florida.

“Setiap pemain pasti memimpikan hal ini, untuk dapat bermain di Final NBA walaupun hanya sekali saja.” Ujar bintang NBA yang telah berkiprah selama 10 tahun tersebut. “Bagiku ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sekarang aku memiliki kesempatan untuk menjadi juara NBA.” Tambah Carter yang tahun ini genap berusia 32 tahun.

Magic mengalahkan Cavs di final wilayah timur setelah mampu mementahkan semua ‘senjata’ yang dimiliki Cavs. Termasuk ‘King’ James.

Tahun 2007, KG dan Ray Allen mendarat di Boston. Dan Celtics menjadi juara NBA 2008.

Febuari 2008, Pau Gasol memutuskan untuk memakai seragam ‘purple and gold’ milik Los Angeles Lakers. Dan Lakers berhasil melakukan ‘sweet revenge’ musim ini. Gagal di Final NBA 2008, mereka menjuarai NBA 2009.

Setelah Cavs memboyong Shaq, Magic membawa Carter pulang ke Florida.

Apakah ini juga berarti bahwa salah satu dari mereka akan mengangkat trofi Larry O’Brien Juni tahun depan?

(Sumber photo : nba.com)


Shaq Pindah Ke Cavaliers

June 27, 2009

Shaq dengan seragam barunya

Cleveland, Ohio

Cleveland Cavaliers merekrut center veteran asal Phoenix Suns Shaquille O’Neal. O’Neal ditukar dengan 3 pemain Cavs yaitu Ben Wallace, Sasha Pavlovic dan hak pilih urutan ke-46 pada NBA Draft.

Shaq akan kembali memakai seragam bernomor 33. Nomor yang dipakainya ketika masih menjadi pemain basket SMU dan ketika kuliah di LSU. Power Forward veteran Cavaliers, Joe Smith telah lebih dulu memakai nomor 32 di Cavs.

Shaq selalu memakai angka 32 ketika membela Orlando Magic, Miami Heat dan Phoenix Suns. Pada periode 1997 s/d 2004, Shaq memakai seragam Los Angeles Lakers bernomor 34.

Kehadiran The Diesel, julukan Shaq, diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan Cavaliers. Pemain center Cavs, Zydrunas Ilgauskas, habis dilindas oleh center Orlando Magic, Dwight Howard pada babak Final Wilayah Timur musim lalu.

Kelemahan pada posisi Center ini dibenahi pada masa libur musim ini agar Cavs, julukan akrab Cavaliers, dapat mengimbangi pemain-pemain center andalan tim-tim NBA wilayah timur lainnya.

Dwight ‘The Superman”  Howard dari Orlando Magic telah membuktikan bahwa tim asal Orlando itu bukan tim yang dapat dipandang sebelah mata oleh Cavs. Big man Boston Celtics Kevin Garnett pun kemungkinan besar akan kembali pulih dan siap turun di musim mendatang.

Masalahnya, setelah dianggap sebagai biang kegagalan di Phoenix Suns, apakah Shaq dapat mengimbangi pemain-pemain Center di wilayah timur NBA?

Apakah Shaq dapat menahan Superman?

(Sumber photo : yahoo.com)


Phil Jackson Lewati Red Auerbach

June 15, 2009

Phil Jackson disiram sampanye oleh pemain-pemain Lakers pada perayaan juara NBAOrlando, Fl

Phil Jackson akhirnya memecahkan rekor sebagai pelatih NBA yang terbanyak meraih gelar Juara. Ia meraih gelar juara NBA ke-10 setelah Lakers menang 99-86 atas Magic di game 5 NBA Finals.

Magic yang mengalahkan Lakers sebanyak 2 kali pada musim reguler akhirnya kalah di Finals dalam 5 pertandingan.

Phil melewati rekor pelatih legendaris NBA dari Boston Celtics, Red Auerbach yang membawa Celtics juara NBA sebanyak 9 kali.

Pelatih yang dijuluki “Zen Master” ini meraih 6 gelar juara NBA bersama Michael Jordan dan Chicago Bulls di era 90-an dan 4 gelar bersama Los Angeles Lakers.

Phil Jackson dan topi yang disiapkan khusus ole keluarganyaPhil memakai topi kuning bertuliskan huruf X (berarti bilangan angka 10 dalam angka romawi) usai ketika penyerahan trofi Larry o’Brien berkata akan meniru mendiang Red Auerbach yang suka merayakan gelar juara dengan mengisap cerutu.

Jackson berkata, “akan mengisap cerutu malam ini untuk mengenang Red. Ia pelatih yang hebat.”

Pelatih Orlando Magic Stan Van Gundy mengatakan Phil Jackson adalah pelatih NBA yang terhebat dalam sejarah. Ia juga menyinggung pencapaian Jackson yang meraih gelar juara sebanyak 10 kali sebagai prestasi yang “mengagumkan”, seraya menambahkan : “Orang ini selalu meraih kemenangan.”

(Sumber photo : nba.com)


NBA Finals Game 5 : Lakers Raih Titel ke-15

June 15, 2009

Pemain Lakers merayakan kemenanganOrlando, Fl

Los Angeles Lakers akhirnya menjadi juara NBA musim 2009 setelah mengalahkan Orlando Magic dengan skor 99-86. Magic yang juga kalah di game 4 Kamis kemarin gagal untuk membalas kekalahan mereka.

Keberhasilan Lakers merebut juara NBA menjadi “balas dendam” yang manis setelah tahun lalu mereka gagal menjadi juara karena kalah di Finals oleh Boston Celtics.

Kobe Bryant menyumbang 30 angka dan center Pau Gasol menyumbangkan 14 angka dan 15 rebound. Sementara superstar Magic Dwight Howard benar-benar tenggelam pada game 5 ini. Howard hanya mencetak 11 angka dan hanya memiliki 9 kali kesempatan menembak bola karena dimatikan sepanjang pertandingan. Rashard Lewis menyumbang 18 angka tapi hanya mampu melesakkan 3 dari 12 tembakan 3 angka untuk Orlando.

Ini adalah titel juara NBA yang ke-15 kali bagi Lakers. Sementara peraih titel juara NBA terbanyak tetap dipegang rival abadi Lakers, Boston Celtics, dengan 17 titel.

(Sumber photo : nba.com)


Spaniard Brothers

June 14, 2009

Pau Gasol (16)Tahukah anda?

Pau Gasol, Center Los Angeles Lakers asal negeri matador Spanyol, yang terkenal dengan permainannya yang taktis dan sarat teknis ternyata memiliki saudara kandung yang juga bermain di NBA.

Pau, sang kakak, yang di draft (salah satu sistem rekrutmen di NBA) pada tahun 2001 oleh Memphis Grizzlies dari salah satu klub kenamaan dari ACB, Liga Basket Profesional di Spanyol, yaitu Barcelona.

Ia juga meraih gelar Rookie of the year, pendatang muda terbaik NBA, pada musim 2001-02. Gasol pindah ke Lakers pada pertengahan musim 2007-08 dan langsung merasakan NBA Finals pada musim tersebut. Gasol dan Lakers kalah oleh Boston Celtics. Tahun ini Gasol yang telah berusia 28 tahun kembali ke Finals bersama Lakers dan bertekad untuk tidak kalah lagi.

Marc Gasol (33)Sementara sang adik, Marc, yang memiliki tinggi badan 2,16 m, tiga cm lebih tinggi dari sang kakak, sebenarnya telah di draft pada tahun 2007. Tapi ia tetap bermain di Liga Basket Spanyol bersama Barcelona.

Marc, 23 tahun, sejak tahun 2003 telah bermain bersama Barcelona. Pada musim 2007-08, Marc dinobatkan sebagai MVP Liga tersebut. Akhirnya Marc menandatangani kontrak bersama Memphis Grizzlies, bekas klub kakaknya pada tanggal 9 Juli 2008.

Prestasi Marc antara lain adalah membawa Spanyol merebut medali emas pada kejuaraan basket dunia FIBA tahun 2006. Dan medali perak pada Kejuaraan Basket Eropa pada tahun 2007.

Ia juga menjadi anggota tim Spanyol yang berlaga pada Olimpiade Beijing 2008 bersama sang kakak, Pau.

Memiliki reputasi sebagai salah satu pemain terbaik Eropa, Marc Gasol adalah pemain Spanyol ketiga yang bermain untuk Memphis Grizzlies. Yang pertama adalah sang kakak, Pau Gasol pada tahun 2001 dan Juan Carlos Navarro pada tahun 2007.

(Sumber photo : nba.com)


Walton Legacy

June 9, 2009

Luke Walton (kiri) bersama ayahnya, Bill

Tahukah anda?

Bila Los Angeles Lakers berhasil menjuarai NBA tahun ini, maka Luke Walton akan menyamai prestasi ayahnya, Bill.

Bill dan Luke Walton akan menjadi satu dari sedikit ayah dan anak yang berhasil menjadi juara NBA.

Bill Walton meraih gelar NBA pertamanya tahun 1977 bersama Portland Trailblazers di mana ia berhasil merebut gelar MVP Finals dan tahun 1986 bersama Boston Celtics.

Sementara Luke, sang anak, telah 2 kali merasakan bermain di lantai NBA Finals, yaitu 2004 dan 2008. Lakers kalah di dua Finals tersebut.

Luke (29 tahun) di musim keenamnya masih dalam status mencari cincin juara NBA pertamanya.

(Sumber photo : buildingcamelot.com)


Kenapa Lakers Tidak Terlalu Gembira Unggul 2-0?

June 9, 2009

NBA Finals

Tahukah Anda?

Di NBA Finals 1969, Los Angeles Lakers yang kala itu di motori oleh Jerry West telah unggul 2-0 dari Rival mereka, Boston Celtics. Tapi akhirnya mereka harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan Celtics.

Ketinggalan 2 kemenangan dari Lakers, Celtics menolak untuk tunduk dan merebut game ke 3 dan 4. 2-2.

Game ke 5 menjadi milik Lakers. Kedudukan 3-2.

Celtic menyamakan kedudukan ketika memenangkan Game 6. 3-3.

Dan Lakers pun tunduk di kandang mereka, The Forum, di Game 7.

Celtic juara NBA.

Setelah kekalahan di Finals tahun 2004, dan tahun lalu oleh Celtics, Lakers yang telah unggul 2-0 di NBA Finals tahun ini tetap tenang dan fokus.

Mereka pernah unggul 2-0 tapi gagal meraih gelar juara.

Lakers sadar, tidak ada yang perlu dirayakan sebelum mereka meraih kemenangan ke 4 di Finals tahun ini.


Bisakah Magic Membalikkan Keadaan?

June 9, 2009

NBA FinalsTahukah Anda?

Orlando Magic ketinggalan 0-2 dari Los Angeles Lakers di NBA Finals 2009. Tapi bukan berarti kesempatan mereka menjuarai NBA musim ini sudah pupus.

Sejarah NBA Finals mencatat dari 30 tim NBA yang ketinggalan 0-2 di Finals, ada 3 tim mampu membalikkan keadaan dan menjuarai NBA!

Pertama, Boston Celtics di tahun 1969. Celtics ketinggalan 0-2 dari Lakers dan akhirnya menjuarai NBA di Game 7. 4-3.

Kedua, Portland Trailblazers di tahun 1977. Sama seperti Celtics, Blazers ketinggalan 0-2 dan menang 4 pertandingan berturut-turut untuk membalikkan keadaaan dan menjadi Juara NBA.

Ketiga, Miami Heat di tahun 2006. Heat ketinggalan 0-2 dari Dallas Mavericks, tim dengan rekor menang-kalah terbaik tahun 2006. Hingga quarter ke 3 di Game 3, Heat masih ketinggalan dari Mavs. Sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menjadi juara NBA dengan skor 4-2.

Apakah Orlando Magic jadi tim ke 4?


The NBA Finals 2009 : Magic(al) Road To Final

June 7, 2009

thumb-orlando-magic-logoBerbicara mengenai Wilayah Timur NBA, beberapa tahun belakangan ini masih seputar Iverson, Shaq, dan Kevin Garnett. Oh ya, jangan lupakan juga dengan King James, Sang MVP. Pindahnya Garnett dan Ray Allen ke Celtics pada tahun 2007 membawa dampak yang signifikan. Boston Celtics meraih gelar tim terbaik NBA 2008, rekor kemenangan terbaik dan Juara NBA 2008.

Begitu pula pada playoff tahun ini. Cederanya KG, membuat Celtics harus bersusah payah di Babak pertama wilayah timur melawan Chicago Bulls bersama Rookie of the Year, Derrick Rose. Dan akhirnya kandas oleh, yah kalian tahu beritanya, The Orlando Magic.

Orlando Magic, yang ditukangi Stan Van Gundy dan bintangnya Dwight Howard, masuk babak playoff Wilayah Timur sebagai unggulan ke 3 dibawah Cleveland Cavaliers dan Boston Celtics. Mereka bermain di playoff tanpa bintang point guard mereka, Jameer Nelson, yang cedera bahu di awal Februari 2009.

Dibabak pertama Playoff, Magic berhadapan dengan Philadelphia 76ers. Magic kalah pada game pembukaan babak playoff mereka 100-98. Magic harus bersusah payah menghadapi Sixers. Mereka tertinggal 2-1 menjelang Game 4, sebelum akhirnya memenangkan 3 pertandingan berikutnya untuk membalikkan keadaan 4-2.

Tapi, tetap, yang jadi berita di Wilayah Barat adalah bagaimana Boston harus berulang kali dipaksa bermain di perpanjangan waktu, bahkan 5 kali perpanjangan waktu pada dalam 4 game melawan pemain-pemain muda Bulls. Bagaimana The King James dan Cleveland Cavaliers “menyapu” bersih Juara 2004, Detroit Pistons yang telah minus Chauncey Billups.

Di Semifinal Wilayah Timur, setelah menunggu 1 game, Magic akhirnya berhadapan dengan Sang Juara Bertahan, Boston Celtics. Magic tetap underdog. Magic merebut Game 1. Dan kedua tim ini berganti-gantian menjadi pemenang hingga Game 5. Kedudukan 3-2 untuk Celtics. Sebelum akhirnya, Magic memenangkan Game 6 dan menolak untuk memberikan kemenangan pada Celtics di Game 7. Magic menang dan lolos ke Final Wilayah timur.

Tapi, tetap yang menjadi highlight beritanya, Lebron James dan Cleveland Cavaliers terlalu perkasa untuk Atlanta Hawks. Mereka menyapu Hawks 4-0. Sedangkan Magic, menang di Game 7 melawan Juara Bertahan. Game 7. Boston memang kalah. Tapi mereka tanpa Kevin Garnett.

Dwight Howard dinobatkan menjadi Pemain Bertahan Terbaik. Tapi, Lebron menjadi MVP. Semua orang mulai membicarakan kemungkinan Lebron vs Kobe di Final. Final Impian. Akhirnya benar-benar jadi impian. Tidak pernah menjadi kenyataan.

Kejutan mulai keliatan. Game 1, Cleveland Cavaliers yang tak terkalahkan akhirnya roboh oleh Magic-nya Superman. Dwight Howard begitu perkasa. Tapi King James menunjukkan tajinya, di akhir game 2, Cavs ketinggalan 2 angka, 93-95. Waktu menipis. Cavs memainkan Isolation untuk The King. King James lolos. Lepaskan tembakan 3 angka. Masuk. Cavs lega. Magic punya satu kesempatan. Dan gagal. 1-1.

Game berikutnya tetap ketat. Tapi Cleveland kewalahan dengan tembakan 3 angka Magic. Dwight Howard begitu dominan dibawah ring secara defensif maupun ofensif. Cleveland yang begitu perkasa di babak-babak sebelumnya, akhirnya untuk pertama kalinya dalam Playoff tahun ini berada di ujung tanduk. Dan tak pernah bisa keluar dari situasi itu.

Memasuki Game 5 Final Wilayah Timur, Cavaliers dan MVP-nya tertinggal 3-1. Mereka berjuang keras, dan memenangkan pertandingan. 3-2.

Game 6. Game yang bersejarah karena akhirnya Magic mampu mengalahkan tim terbaik NBA 2009 bersama dengan pemain terbaiknya.

King James, begitu terpukul sampai-sampai dia harus meninggalkan lapangan tanpa bersalaman dengan pemain Magic. James juga alpa ketika dia harus mengikuti konferensi pers. NBA pun mendendanya.

Cukuplah mengenai The King, atau KG, Celtics dan sebagainya. Dwight Howard, Pemain Bertahan Terbaik NBA 2009. The Superman. Telah membawa Magic kembali merasakan Final NBA. Terakhir kali Magic ke Final ketika masih diperkuat Shaq dan Penny Hardaway.

Mereka disapu 4-0 oleh Juara Bertahan kala itu, Houston Rocket dengan Bintangnya Hakeem Olajuwon di Finals 1995.

Deja vu? I hope not. Kita semua tentunya tidak ingin menyaksikan Magic kembali disapu di Final NBA. Tidak dengan Superman di bawah ringnya.

Suka atau tidak. Mendukung atau tidak. Fans atau bukan. Supermanlah yang mengalahkan Celtics. Supermanlah yang mengalahkan tim terbaik tahun ini. Supermanlah yang menyingkirkan King James.

Tidak ada Kobe vs Lebron tahun ini di Finals. Mungkin saja, Kobe dan The Lakers menghadapi lawan yang lebih berat dari Lebron dan Cavaliers-nya.

Superman.

(Sumber : nba.com)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.