Cedera Ancam Karier Basket Yao Ming

June 30, 2009

Yao MingHouston, Tx

Cedera yang dialami oleh center Houston Rockets asal China Yao Ming ternyata sangat serius. Kaki kiri Yao Ming yang diberitakan patah pada pertandingan playoff melawan Los Angeles Lakers ternyata dikategorikan sebagai cedera yang dapat mengancam karier pebasket dengan tinggi tubuh 229 cm itu.

Keterangan ini disampaikan oleh dokter tim Houston Rocket Dr. Tom Clanton pada harian Houston Chronicle pada hari Senin kemarin. Dr. Clanton menyebutkan bahwa cedera tersebut dapat membuat Yao Ming absen sepanjang musim 2009-10 bahkan seterusnya.

GM Houston Rockets Darryl Morey minggu lalu mengatakan bahwa status cedera Yao Ming yang masih tidak bisa dipastikan ini tidak akan berpengaruh terhadap persiapan tim selama liburan baik pada bursa transfer ataupun perekrutan pemain baru.

Rockets hanya akan memfokuskan untuk memperpanjang kembali kontrak salah satu andalan mereka, Ron Artest.

Setelah kepastian bahwa Yao Ming dinyatakan akan absen sepanjang musim depan, tampaknya Houston Rockets harus segera membenahi barisan pemain mereka agar dapat tetap kompetitif di wilayah barat.

(Sumber photo : nba.com)


Magic Tidak Tinggal Diam

June 27, 2009

Vince Carter dengan seragam barunyaOrlando, Fl

Hanya beberapa jam setelah Cleveland Cavaliers merekrut Shaquille O’Neal dari Phoenix Suns, jawara wilayah timur Orlando Magic langsung merespon perpindahan pemain tersebut. Magic, tim pertama Shaq ketika memulai kiprahnya di NBA, memboyong bintang New Jersey Nets Vince Carter untuk menambah daya gempur tim asal Orlando tersebut.

Carter akan bergabung bersama bintang Magic Dwight Howard dan Rashard Lewis. Sementara, bintang Magic lainnya asal Turki, Hidayat ‘Hedo’ Turkoglu kemungkinan besar akan tetap bermain untuk Magic setelah datangnya Vince Carter.

Carter dilepas oleh New Jersey Nets setelah Orlando Magic rela menukar Carter dengan 3 pemain sekaligus, yaitu point guard Raffer Alston, Tony Battie,  dan Courtney Lee. Magic mendapat satu tambahan pemain dari Nets yaitu Ryan Anderson. Bagi Carter ini adalah kepulangannya ke kampung halaman. Carter semasa kecilnya tinggal di Daytona Beach, Florida.

“Setiap pemain pasti memimpikan hal ini, untuk dapat bermain di Final NBA walaupun hanya sekali saja.” Ujar bintang NBA yang telah berkiprah selama 10 tahun tersebut. “Bagiku ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sekarang aku memiliki kesempatan untuk menjadi juara NBA.” Tambah Carter yang tahun ini genap berusia 32 tahun.

Magic mengalahkan Cavs di final wilayah timur setelah mampu mementahkan semua ‘senjata’ yang dimiliki Cavs. Termasuk ‘King’ James.

Tahun 2007, KG dan Ray Allen mendarat di Boston. Dan Celtics menjadi juara NBA 2008.

Febuari 2008, Pau Gasol memutuskan untuk memakai seragam ‘purple and gold’ milik Los Angeles Lakers. Dan Lakers berhasil melakukan ‘sweet revenge’ musim ini. Gagal di Final NBA 2008, mereka menjuarai NBA 2009.

Setelah Cavs memboyong Shaq, Magic membawa Carter pulang ke Florida.

Apakah ini juga berarti bahwa salah satu dari mereka akan mengangkat trofi Larry O’Brien Juni tahun depan?

(Sumber photo : nba.com)


Shaq Pindah Ke Cavaliers

June 27, 2009

Shaq dengan seragam barunya

Cleveland, Ohio

Cleveland Cavaliers merekrut center veteran asal Phoenix Suns Shaquille O’Neal. O’Neal ditukar dengan 3 pemain Cavs yaitu Ben Wallace, Sasha Pavlovic dan hak pilih urutan ke-46 pada NBA Draft.

Shaq akan kembali memakai seragam bernomor 33. Nomor yang dipakainya ketika masih menjadi pemain basket SMU dan ketika kuliah di LSU. Power Forward veteran Cavaliers, Joe Smith telah lebih dulu memakai nomor 32 di Cavs.

Shaq selalu memakai angka 32 ketika membela Orlando Magic, Miami Heat dan Phoenix Suns. Pada periode 1997 s/d 2004, Shaq memakai seragam Los Angeles Lakers bernomor 34.

Kehadiran The Diesel, julukan Shaq, diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan Cavaliers. Pemain center Cavs, Zydrunas Ilgauskas, habis dilindas oleh center Orlando Magic, Dwight Howard pada babak Final Wilayah Timur musim lalu.

Kelemahan pada posisi Center ini dibenahi pada masa libur musim ini agar Cavs, julukan akrab Cavaliers, dapat mengimbangi pemain-pemain center andalan tim-tim NBA wilayah timur lainnya.

Dwight ‘The Superman”  Howard dari Orlando Magic telah membuktikan bahwa tim asal Orlando itu bukan tim yang dapat dipandang sebelah mata oleh Cavs. Big man Boston Celtics Kevin Garnett pun kemungkinan besar akan kembali pulih dan siap turun di musim mendatang.

Masalahnya, setelah dianggap sebagai biang kegagalan di Phoenix Suns, apakah Shaq dapat mengimbangi pemain-pemain Center di wilayah timur NBA?

Apakah Shaq dapat menahan Superman?

(Sumber photo : yahoo.com)


Dwight Howard dan Orlando Magic

June 18, 2009

Dwight HowardTahukah anda?

Pada tahun 2004, Orlando Magic memenangkan undian NBA Draft dan menjadi tim pertama yang dapat memilih pemain baru untuk terjun ke NBA. Ini adalah kali ketiganya Magic memenangkan undian Draft selama 15 tahun berkiprah di NBA.

Ada dua kandidat kala itu. Yang pertama adalah Dwight Howard, seorang pemain Center berusia 18 tahun dengan sejuta potensi yang belum tergali. Ia adalah pemain basket yang dianggap masih “mentah” dan belum terpoles. Sementara kandidat lainnya adalah Pemain Center bintang juara bertahan NCAA (liga basket mahasiswa), Connecticut, bernama Emeka Okafor.

Pilihan yang mudah saja bukan? Tapi Orlando Magic memilih Dwight Howard. Dan Okafor dipilih oleh Charlotte Bobcats.

Okafor memiliki karier yang baik di NBA. Tapi Dwight Howard telah melewati Okafor dalam segala hal. Howard menjadi juara Slam Dunk Contest dan tahun ini menjadi pemain bertahan terbaik 2009. Tahun ini Howard membawa Magic kembali ke NBA Finals.

(Sumber : nba.com)


Informasi Parade Kemenangan Lakers 2009

June 16, 2009
Kobe Bryant ketika melakukan parade kemenangan Lakers tahun 2002 bersama istrinya Vanessa

Kobe Bryant ketika melakukan parade kemenangan Lakers tahun 2002 bersama istrinya Vanessa

Los Angeles, CA

Parade kemenangan bagi sang juara NBA akan dilangsungkan pada hari Rabu 17 Juni 2008. Parade tersebut akan dimulai dari Staples Center kandang Los Angeles Lakers dan berjalan ke arah selatan melalui Figueroa Street dan berakhir di Los Angeles Memorial Coliseum. Perayaan kemenangan tersebut akan dilangsungkan di hadapan penonton dengan jumlah perkiraan penonton 95 ribu orang penggemar Lakers.

Dimulai pada jam 11 pagi sebuah bus double decker akan berangkat dari Staples Center dengan membawa para pemain Lakers, staf-staf pelatih, petinggi klub Lakers dan para pejabat Los Angeles. Mereka akan berjalan 2 mil sepanjang jalan Fiqueroa menuju Coliseum untuk merayakan kemenangan tersebut pada siang harinya.

Seluruh penggemar Lakers diundang untuk datang dan menyaksikan parade dari Figueroa Street. Mereka akan mengelu-elukan pemain Lakers yang baru saja merebut gelar juara ke-15 dalam sejarah Los Angeles Lakers. 95 ribu pendukung Lakers yang pertama datang ke Coliseum akan diperbolehkan masuk untuk menghadiri upacara di mana para pemain Lakers, pelatih, para ofisial tim dan pejabat kota Los Angeles akan menyapa para penggemar. Pintu-pintu gerbang Coliseum akan dibuka pada jam 9:30 pagi agar para pendukung Lakers yang telah datang lebih awal dapat masuk dan menyaksikan parade melalui layar-layar besar yang telah disiapkan serta menikmati hiburan dari Laker Girls dan para bintang tamu lainnya.

Berikut adalah peta pelaksanaan parade. Lihat peta lebih detail.

ParadeRoute

(Sumber : nba.com)


Kobe Bryant Raih MVP Finals

June 15, 2009

Kobe Bryant memegang trofi Larry o'Brien (kiri) dan trofi MVP Finals (kanan)Orlando, Fl

Setelah Lakers dinobatkan menjadi juara NBA musim 2008-09, Kobe Bryant dianugerahi penghargaan sebagai MVP Finals.

Kobe Bryant yang banyak disorot media yang mempertanyakan kemampuannya untuk membawa Lakers menjadi juara NBA setelah ditinggal oleh bekas rekannya di Lakers, Shaquille O’Neal yang pernah menjadi MVP Finals sebanyak 3 kali ketika Lakers menjuarai NBA tahun 2000 sampai 2002. Apalagi setelah kegagalannya di Finals tahun lalu tanpa O’Neal.

Kobe mendapat suara mutlak dari para pemilih untuk menjadi MVP Finals tahun ini. Bryant selama Finals memiliki rata-rata poin 32,4 per pertandingan; 7,2 assist; 5,6 rebound.

Kobe Bryant menjadi pemain Lakers ke-10 yang menjadi MVP Finals. Yang pertama adalah Jerry West tahun 1969. Wilt Chamberlain tahun 1972. Magic Johnson menjadi MVP Finals termuda ketika berusia 20 tahun pada tahun 1980. Ia juga meraih MVP Finals pada tahun 1982 dan 1987. Kareem Abdul Jabbar menjadi pemain Lakers tertua yang menjadi MVP Finals pada tahun 1985 pada usia 38 tahun. James Worthy menjadi MVP Finals tahun 1988, dan terakhir Shaquille O’Neal, yang meraih 3 MVP Finals berturut-turut pada tahun 2000 s/d 2002.

(Sumber photo : nba.com)


Phil Jackson Lewati Red Auerbach

June 15, 2009

Phil Jackson disiram sampanye oleh pemain-pemain Lakers pada perayaan juara NBAOrlando, Fl

Phil Jackson akhirnya memecahkan rekor sebagai pelatih NBA yang terbanyak meraih gelar Juara. Ia meraih gelar juara NBA ke-10 setelah Lakers menang 99-86 atas Magic di game 5 NBA Finals.

Magic yang mengalahkan Lakers sebanyak 2 kali pada musim reguler akhirnya kalah di Finals dalam 5 pertandingan.

Phil melewati rekor pelatih legendaris NBA dari Boston Celtics, Red Auerbach yang membawa Celtics juara NBA sebanyak 9 kali.

Pelatih yang dijuluki “Zen Master” ini meraih 6 gelar juara NBA bersama Michael Jordan dan Chicago Bulls di era 90-an dan 4 gelar bersama Los Angeles Lakers.

Phil Jackson dan topi yang disiapkan khusus ole keluarganyaPhil memakai topi kuning bertuliskan huruf X (berarti bilangan angka 10 dalam angka romawi) usai ketika penyerahan trofi Larry o’Brien berkata akan meniru mendiang Red Auerbach yang suka merayakan gelar juara dengan mengisap cerutu.

Jackson berkata, “akan mengisap cerutu malam ini untuk mengenang Red. Ia pelatih yang hebat.”

Pelatih Orlando Magic Stan Van Gundy mengatakan Phil Jackson adalah pelatih NBA yang terhebat dalam sejarah. Ia juga menyinggung pencapaian Jackson yang meraih gelar juara sebanyak 10 kali sebagai prestasi yang “mengagumkan”, seraya menambahkan : “Orang ini selalu meraih kemenangan.”

(Sumber photo : nba.com)