Lay Up Courtney Lee Bangkitkan Sejarah Kelam Magic

Courtney Lee berusaha memasukkan lay up sementara Gasol berusaha menghadangLos Angeles, Ca

Staples Center. 19,000 lebih penontonnya berdiri. Kebanyakan terlihat tegang. Bahkan para seleb hollywood yang biasa duduk di deret depan pun cemas. Mereka tidak sedang berakting.

Kedudukan imbang 88-88. 10.5 detik tersisa di akhir quarter 4. Courtney Lee, rookie (pemain debutan) Magic, men-drive bola menuju ring. Lay up. Gagal.

Waktu tersisa 9.1 detik, Lakers pun meminta time out. Lamar Odom menerima bola inbound (lemparan ke dalam). Passing ke Kobe. Kobe dengan berani men-drive bola ke dalam kerumunan pertahanan Magic. Kobe shoot dari jarak 3 meter. Tapi Hedo Turkoglu memblok tembakan dari belakang dengan waktu tersisa 1.8 detik.

Horn tanda pertandingan berakhir berbunyi. Staples Center pun bersiap untuk perpanjangan waktu.

Setelah berunding di Meja Skor. Para wasit sepakat untuk me-reset waktu ke 0.6 detik. Karena Hedo Turkoglu yang terakhir menguasai bola ternyata meminta time out.

Hedo Turkoglu melakukan lemparan ke dalam. Tapi dia tidak dapat menemukan pemain Magic yang bebas untuk menerima bola. Turkoglu meminta time out lagi.

Hedo melakukan lemparan ke dalam lagi. Tiba-tiba Courtney Lee berada dalam posisi bebas. Turkoglu lob bola pada Lee. Lee menerima bola di sisi kiri ring.

Lee langsung melakukan lay up. Big man Lakers Pau Gasol mencoba menghadang. Bola dipantulkan ke papan dan bergulir di atas ring. Lee gagal.

Pertandingan pun harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan hasilnya sudah dapat kita ketahui siapa yang memenangkan pertandingan.

Hampir satu setengah dekade lalu, Magic memiliki sejarah serupa. Di ajang yang sama. Di Final NBA.

14 tahun yang lalu. Guard Magic kala itu, Nick Anderson melakukan hal serupa. Menjelang akhir Game 1 NBA Finals 1995 melawan Houston Rockets, Magic sedang unggul. Tapi Nick gagal memasukkan 4 lemparan bebas berturut-turut. Pertandingan pun dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan Magic disapu Rockets 4-0.

Ketika itu Courtney Lee masih berusia sembilan tahun. Ia tahu kisah ini. Seluruh pemain Magic tahu kisah ini. Mereka tahu kesempatan untuk menjadi Juara tidak datang dengan mudah. Gagal sekali, entah kapan akan kembali.

Sejarah mencatat Magic di sweep di Final 1995. Lakers pun sudah 50% mendekati sejarah itu.

Apakah Orlando Magic akan membiarkan hal itu terjadi?

(Sumber photo : yahoo.com, writer : John Ludden, Yahoo! Sports)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: