Turnovers Salah Satu Faktor Kekalahan Magic Di Game 2

Para pemain Orlando MagicLos Angeles, Ca

Courtney Lee memang gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencetak angka di akhir quarter ke 4 Game 2 NBA Finals. Dua kesempatan. Dua-duanya gagal.

Bernyata bukan itu yang menyebabkan kekalahan Magic. Bukan kesempatan untuk mencetak angka. Bukan tembakan yang meleset.

Magic melakukan 20 kali turnover, kehilangan bola yang menyebabkan penguasaan bola berpindah ke lawan. Berpindah ke Lakers.

Setelah kekalahan telak 25 poin di Game 1, Magic benar-benar tampil beda. Mereka bertahan lebih baik. Menembak lebih baik. Dan rebound lebih baik. Tapi semua itu menjadi sia-sia ketika mereka tidak dapat menguasai bola dengan baik pada pertandingan yang berakhir dengan kemenangan LA Lakers 101-96.

Di awal pertandingan, Magic bermain sangat bagus ketika bertahan. Mereka membuat Lakers hanya mampu mencetak angka 8 angka dari 23 kali penguasaan bola. Skor imbang di angka 15, rekor NBA untuk skor paling sedikit pada quarter pertama di NBA Finals. Tapi Magic kehilangan bola delapan kali.

Pada quarter-quarter selanjutnya Magic menguasai bola lebih baik. Dan mereka unggul 81-79 ketika pertandingan tersisa 4 menit lagi. Tapi ketika pertandingan memasuki masa-masa kritis, turnover kembali menampakkan dirinya ketika Magic menguasai bola.

Penyebab lain turnover-turnover tersebut adalah pemain pemain Lakers yang memiliki postur tinggi dan jangkauan tangan yang lebih panjang. Pemain Magic menemui kesulitan men-dribble dan mengoper bola ketika dibayang-bayangi tangan-tangan panjang defender Lakers. Lakers juga menunjukkan nuansa baru kepada Dwight Howard dengan menggiringnya ke arah baseline (daerah luar pertahanan), menjaganya untuk tetap berada disana dan kadang men-double team-nya.

Dari 103 pertandingan yang mereka jalani musim ini, tercatat hanya 3 kali Magic melakukan turnover lebih banyak dari pertandingan hari Minggu (Senin waktu Indonesia) tersebut.

Courtney Lee secara personal memang menyia-nyiakan peluang untuk memenangkan pertandingan.

Tapi Orlando Magic menyia-nyiakan 20 kali penguasaan bola.

Ahh, andai mereka tidak sebanyak itu kehilangan bola, mungkin hasilnya akan lain.

Mungkin. Siapa tahu?

(Sumber photo : nba.com, writer : John Schuhman, NBA Writer)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: