Tembakan 3 Angka Derek Fisher Menangkan Lakers

June 12, 2009

Tembakan 3 angka Derek Fisher menyamakan kedudukan 87-87Orlando, Fl

Wakil Kapten Lakers, Derek Fisher, menjadi pahlawan pada kemenangan 99-91 di game 4 NBA Finals . Fisher yang pada game 3 kemarin gagal memanfaatkan peluang untuk menyamakan skor di saat-saat akhir pertandingan dengan tembakan 3 angkanya, membayar lunas hutangnya.

Tercatat dua tembakan 3 angka penting dilesakkan Fisher pada saat-saat penting yang mengubah jalannya pertandingan.

Dan mengubah jalannya Lakers menuju Juara NBA.

Lakers tertinggal 3 angka ketika waktu menyisakan waktu 10,8 detik. Lakers yang tidak dapat meminta time-out, melakukan lemparan ke dalam di daerah pertahanan mereka. Magic langsung menekan menerapkan full-court press. Bola lemparan ke dalam diterima Kobe Bryant. Bryant passing ke Trevor Ariza. Ariza langsung passing ke arah Fisher. Setelah dua dribble, Fisher langsung melepaskan tembakan 3 angka untuk menyamakan kedudukan. Dan masuk.

“Saat itu, semua orang berpikir bahwa Kobe yang akan melakukan tembakan, ” Ujar Andrew Bynum, Center Lakers, “Tapi Fisher langsung menyerang dan melepaskan tembakan itu, setelah itu pertandingan berakhir.”

Itu adalah akhir dari mandulnya tembakan 3 angka Fisher. Sebelumnya dari 5 tembakan 3 angka Fisher tidak ada satupun yang masuk.

Satu tembakan lainnya dilesakkan Fisher pada babak Overtime. Waktu tinggal 31 detik lagi ketika Kobe Bryant yang mengoper bola pada Fisher yang berdiri di luar garis 3 angka.

Tinggal 1 kemenangan lagi dan Lakers pulang ke Los Angeles. Tidak dengan Orlando Magic. Tapi dengan trofi Larry o’Brien.

(Sumber photo : nba.com, writer : Dave McMenamin)


Pau Gasol Mendominasi Game 2

June 8, 2009

Pau Gasol (16) big men LA LakersLos Angeles, CA

Pau Gasol, big men Lakers bermain sangat apik pada Game 2 dan membawa Lakers memenangi Game 2 NBA Finals 2009 melawan Orlando Magic.

Gasol mencetak 24 angka, 7 diantaranya adalah poin penting yang dicetaknya pada babak perpanjangan waktu. Kontribusinya membawa Lakers memimpin 2-0.

Ketika media lebih banyak menyoroti rekannya Andrew Bynum yang menjaga Dwight Howard. Pau Gasol menunjukkan permainannya dengan caranya yang tenang seperti biasa.

Bintang Lakers asal Spanyol yang memiliki tinggi sekitar 2.13m ini mencetak 10 dari 11 tembakan bebas, 10 rebound, 2 steal dan 1 block selama 44 menit.

Banyak orang mengkritik permainan Gasol yang terkesan “lembek”. Tipikal karakter pemain eropa dan label yang mereka terima ketika mereka berkiprah di NBA.

Gasol mengulang pengalamannya di NBA Finals yang kedua setelah tahun lalu dikalahkan oleh Boston Celtics.

Tapi Gasol yang tahun ini, di Finals ini, bukanlah Gasol yang tahun lalu.

Gasol, Kobe dan Lakers tinggal 2 kemenangan dari gelar juara ke 15 bagi Los Angeles Lakers.

(Sumber photo : nba.com, writer : Beth Harris, AP Sports Writer)


Big-men Faktor Kemenangan Lakers di Game 1

June 7, 2009

Dwight Howard (12) Menjaga ketat Andrew Bynum, salah satu big men Lakers.Los Angeles, CA.

Trio Big-men Lakers, Pau Gasol, Lamar Odom dan Andrew Bynum menjadi salah satu faktor kemenangan Lakers pada Game pertama NBA Finals 2009, Kamis kemarin.

Trio ini men-double team, bahkan triple team (3 orang menjaga 1 orang pemain) big men Magic, Dwight Howard setiap saat The Superman memegang bola.

Perolehan rebound Lakers pada Game tersebut jauh diatas Magic, yaitu 55-41. 40 diantaranya adalah defensive rebound.

Begitu Pula dengan perolehan points in the paint, tembakan dari bawah ring Lakers, yaitu 55 poin. 55 poin di area pertahanan teritorial Dwight Howard. Sementara Magic, dimana big men mereka begitu dominan di Final Wilayah Timur melawan Cavaliers hanya mampu mencetak 22 poin saja dari bawah ring.

Trio big men Lakers ini total mencetak 36 angka dan 31 rebound.

Kualitas mengalahkan kuantitas.

Tetapi, ketika kualitas sama, kuantitas yang akan bicara.

Di Game 1 kemarin, terbukti bahwa seorang Superman kalah jika dibiarkan bertarung sendiri melawan 3 raksasa.

(Sumber photo : nba.com, writer : Fran Blinebury)