Pau Gasol Mendominasi Game 2

June 8, 2009

Pau Gasol (16) big men LA LakersLos Angeles, CA

Pau Gasol, big men Lakers bermain sangat apik pada Game 2 dan membawa Lakers memenangi Game 2 NBA Finals 2009 melawan Orlando Magic.

Gasol mencetak 24 angka, 7 diantaranya adalah poin penting yang dicetaknya pada babak perpanjangan waktu. Kontribusinya membawa Lakers memimpin 2-0.

Ketika media lebih banyak menyoroti rekannya Andrew Bynum yang menjaga Dwight Howard. Pau Gasol menunjukkan permainannya dengan caranya yang tenang seperti biasa.

Bintang Lakers asal Spanyol yang memiliki tinggi sekitar 2.13m ini mencetak 10 dari 11 tembakan bebas, 10 rebound, 2 steal dan 1 block selama 44 menit.

Banyak orang mengkritik permainan Gasol yang terkesan “lembek”. Tipikal karakter pemain eropa dan label yang mereka terima ketika mereka berkiprah di NBA.

Gasol mengulang pengalamannya di NBA Finals yang kedua setelah tahun lalu dikalahkan oleh Boston Celtics.

Tapi Gasol yang tahun ini, di Finals ini, bukanlah Gasol yang tahun lalu.

Gasol, Kobe dan Lakers tinggal 2 kemenangan dari gelar juara ke 15 bagi Los Angeles Lakers.

(Sumber photo : nba.com, writer : Beth Harris, AP Sports Writer)


NBA Finals Game 2 : Magic Gagal Manfaatkan Peluang

June 8, 2009

Turkoglu (15) memblok tembakan Kobe Bryant untuk memaksakan Overtime di Game 2Los Angeles, CA

Magic gagal untuk mencuri 1 kemenangan  di Staples Center, kandang Lakers, dan akhirnya Lakers memenangkan Game 2 NBA Finals melalui overtime 101-96.

Di akhir Quarter ke 4, ketika kedudukan 88-88, Courtney Lee, Guard Magic, gagal memasukkan dua tembakan untuk mencetak angka, dan Lakers memanfaatkan kesempatan untuk merebut Game ke 2 ini.

Kobe Bryant mencetak 29 angka pada pertandingan ini. Rekannya Pau Gasol menambahkan 24 angka, 7 diantaranya pada perpanjangan waktu, dan 10 rebound sementara Lamar Odom menambahkan 19 angka.

Bintang Magic Dwight Howard mencetak 17 poin dan 16 rebound dan rekannya Rashard Lewis mencetak 34 angka, 18 diantaranya di quarter ke 2.

Orlando Magic akan menjamu Lakers di Game 3 di stadion mereka Amway Arena, yang akan menyelenggarakan pertandingan final untuk pertama kalinya sejak 9 Juni 1995.

Ketika itu, Shaq muda di babat habis 4-0 di Final tersebut.

Magic telah 6 kali bertarung di Finals dan belum pernah menang 1 kalipun.

Akankah Superman merasakan pil pahit seperti Shaq dan disapu oleh Lakers?

Kita harap tidak. Magic harus berjuang. Berjuang keras. Karena Lakers sudah semakin dekat dengan apa yang menjadi target mereka musim ini.

Trofi Larry o’Brien.

(Sumber photo : nba.com writer : Beth Harris, AP Sports Writer)