T-Mac Ganti Nomor

August 14, 2009

T-Mac melakukan Slam dunk pada pertandingan melawan LakersHouston (TX)

Bintang Houston Rockets Tracy McGrady akan berganti nomor pada musim NBA tahun 2009-2010. T-mac, sapaan akrab McGrady yang selama ini memakai nomor 1 akan berganti menjadi nomor 3.

Angka 3 adalah nomor Tracy McGrady ketika masih SMU.

Pemain baru Houston Rockets Trevor Ariza yang di transfer dari Los Angeles Lakers akan memakai nomor 1. Ariza setuju untuk bergabung dengan Rockets dan telah menandatangani kontrak pada tanggal 2 Juli lalu.

T-mac yang juga adalah sepupu Bintang NBA yang baru pindah ke Orlando Magic Vince Carter, menjalani operasi pada lutut kirinya bulan awal Februari 2009 akan absen sampai dengan tahun depan. Tim dokter Houston Rockets mengumumkan bahwa T-Mac harus absen untuk pemulihan cedera selama 12 bulan.

Yao Ming, bintang Houston Rockets asal China juga dipastikan absen sepanjang musim 2009-2010.

Dengan absennya Yao dan T-Mac, ditambah hengkangnya sang spesialis defense Ron Artest, berat langkah Rockets menjalani kerasnya persaingan wilayah barat NBA.


Kurt Rambis Pelatih Baru Timberwolves

August 12, 2009

Kurt Rambis ketika konferensi persMinneapolis

Minnesota Timberwolves akhirnya mengontrak Kurt Rambis, salah satu legenda Los Angeles Lakers di era 80-an sebagai pelatih baru mereka. Rambis menjadi pelatih ke-9 dalam kiprah Minnesota Timberwolves di NBA.

Rambis meninggalkan kursi jabatan sebagai asisten pelatih juara NBA 2009, Los Angeles Lakers. Ia menyebutkan bahwa ia tidak dapat mengetahui pasti berapa lama lagi Phil Jackson akan terus memimpin Lakers. Dan ia tidak melewatkan kesempatan ketika Timberwolves mengajukan penawaran.

Mantan pemain New York Knicks yang sekarang menjadi Analis NBA Mark Jackson dan asisten pelatih Houston Rocket Elston Turner adalah kandidat-kandidat lain pelatih Minnesota Timberwolves. Tapi Minnesota memilih Kurt Rambis sebagai pelatih. Pemilik Timberwolves Glen Taylor mengatakan mereka memilih Rambis karena ia memilliki pengalaman menangani tim Juara.

Akankah pengalaman Kurt sebagai asisten The Zen Master, Phil Jackson dapat membawa tuah bagi Timberwolves? Hmm, menarik ditunggu.

(Sumber photo : nba.com)


Artest Bergabung Dengan Los Angeles Lakers

July 4, 2009

Ron Artest dan Kobe BryantLos Angeles, CA

Setelah Orlando Magic dan Cleveland Cavaliers menghiasi headline dengan berita-berita transfer pemain baru mereka, giliran Los Angeles Lakers yang turut meramaikan bursa transfer pemain. Salah satu defender top di NBA asal Houston Rockets, Ron Artest akhirnya menyetujui untuk bergabung dengan Los Angeles Lakers.

Sang juara NBA 2009 itu mengontrak pemain berjuluk ‘ron-ron’ itu dengan nilai kontrak $32 juta untuk 5 tahun.

“Ron sangat gembira,” Kata David Bauman, agen Ron Artest. “Sangat bersemangat. Ia sudah tidak sabar untuk segera bermain bersama Los Angeles Lakers.”

Bergabungnya Ron Artest mengingatkan kita ketika Dennis Rodman bergabung dengan Chicago Bulls di era 90-an. Karakter ron-ron yang selama ini sering disandingkan dengan perangai Rodman, menjadi deja-vu bagi Phil Jackson, pelatih Lakers.

Rodman yang kala itu menjadi pemain yang susah dikendalikan, ‘diarahkan’ oleh kharisma Michael Jordan. Hasilnya Bulls mengulang 3-peat (3 tahun berturut-turut menjadi juara NBA) di era 1996 s/d 1998.

Dapatkah Kobe Bryant melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan MJ?

Bila ia berhasil melakukan itu, mungkin Juni tahun depan kita akan menyaksikan Kobe dan Ron Artest berfoto bersama trofi Larry O’Brien.

(Sumber photo : nba.com)


Cedera Ancam Karier Basket Yao Ming

June 30, 2009

Yao MingHouston, Tx

Cedera yang dialami oleh center Houston Rockets asal China Yao Ming ternyata sangat serius. Kaki kiri Yao Ming yang diberitakan patah pada pertandingan playoff melawan Los Angeles Lakers ternyata dikategorikan sebagai cedera yang dapat mengancam karier pebasket dengan tinggi tubuh 229 cm itu.

Keterangan ini disampaikan oleh dokter tim Houston Rocket Dr. Tom Clanton pada harian Houston Chronicle pada hari Senin kemarin. Dr. Clanton menyebutkan bahwa cedera tersebut dapat membuat Yao Ming absen sepanjang musim 2009-10 bahkan seterusnya.

GM Houston Rockets Darryl Morey minggu lalu mengatakan bahwa status cedera Yao Ming yang masih tidak bisa dipastikan ini tidak akan berpengaruh terhadap persiapan tim selama liburan baik pada bursa transfer ataupun perekrutan pemain baru.

Rockets hanya akan memfokuskan untuk memperpanjang kembali kontrak salah satu andalan mereka, Ron Artest.

Setelah kepastian bahwa Yao Ming dinyatakan akan absen sepanjang musim depan, tampaknya Houston Rockets harus segera membenahi barisan pemain mereka agar dapat tetap kompetitif di wilayah barat.

(Sumber photo : nba.com)


NBA Finals Game 4 : Lakers Balas Kekalahan

June 12, 2009

Derek Fisher (2)Orlando, Fl

Los Angeles Lakers akhirnya berhasil mengalahkan Orlando Magic sekaligus membalas kekalahan di game 3 dengan skor 99-91. Kemenangan yang diraih pada babak perpanjangan waktu tersebut mengubah kedudukan menjadi 3-1.

Lakers hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menjadi Juara NBA.

Lakers yang sepanjang pertandingan tertinggal oleh Magic membalikkan keadaan di paruh waktu kedua. Lakers bahkan tertinggal hingga saat-saat akhir quarter ke-4.

Kedudukan 87-84 untuk keunggulan Magic dengan sisa waktu 4,6 detik di quarter ke-4. Lakers yang menguasai bola menyerang dari daerah pertahanan mereka. Dengan waktu yang sangat sempit, Derek Fisher melepaskan tembakan 3 angka.

Masuk. Kedudukan 87-87 bertahan hingga horn tanda pertandingan selesai.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak overtime. Seperti game 2, Lakers tampil perkasa di babak tersebut dan akhirnya memenangkan game 4.

Pada game 5, Senin pagi waktu Indonesia (lihat jadwal) trofi Larry o’Brien akan disiapkan dan panggung perayaan kemenangan bila Lakers memenangkan Game tersebut pun akan dibangun.

Masalahnya, relakah Magic membiarkan Lakers, setelah Rockets di Finals 1995, kembali merayakan kemenangan mereka di Amway Arena lagi?

(Sumber photo : nba.com)


Lay Up Courtney Lee Bangkitkan Sejarah Kelam Magic

June 8, 2009

Courtney Lee berusaha memasukkan lay up sementara Gasol berusaha menghadangLos Angeles, Ca

Staples Center. 19,000 lebih penontonnya berdiri. Kebanyakan terlihat tegang. Bahkan para seleb hollywood yang biasa duduk di deret depan pun cemas. Mereka tidak sedang berakting.

Kedudukan imbang 88-88. 10.5 detik tersisa di akhir quarter 4. Courtney Lee, rookie (pemain debutan) Magic, men-drive bola menuju ring. Lay up. Gagal.

Waktu tersisa 9.1 detik, Lakers pun meminta time out. Lamar Odom menerima bola inbound (lemparan ke dalam). Passing ke Kobe. Kobe dengan berani men-drive bola ke dalam kerumunan pertahanan Magic. Kobe shoot dari jarak 3 meter. Tapi Hedo Turkoglu memblok tembakan dari belakang dengan waktu tersisa 1.8 detik.

Horn tanda pertandingan berakhir berbunyi. Staples Center pun bersiap untuk perpanjangan waktu.

Setelah berunding di Meja Skor. Para wasit sepakat untuk me-reset waktu ke 0.6 detik. Karena Hedo Turkoglu yang terakhir menguasai bola ternyata meminta time out.

Hedo Turkoglu melakukan lemparan ke dalam. Tapi dia tidak dapat menemukan pemain Magic yang bebas untuk menerima bola. Turkoglu meminta time out lagi.

Hedo melakukan lemparan ke dalam lagi. Tiba-tiba Courtney Lee berada dalam posisi bebas. Turkoglu lob bola pada Lee. Lee menerima bola di sisi kiri ring.

Lee langsung melakukan lay up. Big man Lakers Pau Gasol mencoba menghadang. Bola dipantulkan ke papan dan bergulir di atas ring. Lee gagal.

Pertandingan pun harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan hasilnya sudah dapat kita ketahui siapa yang memenangkan pertandingan.

Hampir satu setengah dekade lalu, Magic memiliki sejarah serupa. Di ajang yang sama. Di Final NBA.

14 tahun yang lalu. Guard Magic kala itu, Nick Anderson melakukan hal serupa. Menjelang akhir Game 1 NBA Finals 1995 melawan Houston Rockets, Magic sedang unggul. Tapi Nick gagal memasukkan 4 lemparan bebas berturut-turut. Pertandingan pun dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan Magic disapu Rockets 4-0.

Ketika itu Courtney Lee masih berusia sembilan tahun. Ia tahu kisah ini. Seluruh pemain Magic tahu kisah ini. Mereka tahu kesempatan untuk menjadi Juara tidak datang dengan mudah. Gagal sekali, entah kapan akan kembali.

Sejarah mencatat Magic di sweep di Final 1995. Lakers pun sudah 50% mendekati sejarah itu.

Apakah Orlando Magic akan membiarkan hal itu terjadi?

(Sumber photo : yahoo.com, writer : John Ludden, Yahoo! Sports)