Foto kontroversial Beasley

August 25, 2009

Miami,Michael Beasley memamerkan tato baru di punggungnya

Gara-gara foto ini forward Miami Heat Michael Beasley jadi sorotan. Beasley meng-upload foto ini melalui twitter-nya untuk memamerkan tato baru di punggungnya.

Yang menjadi perhatian ternyata bukan tato Beasley, tapi 2 kantong plastik transparan di lantai. Pada sudut kanan bawah foto terlihat sebuah botol minuman dengan 2 buah kantong plastik teronggok di dekatnya.

Banyak yang berspekulasi bahwa plastik tersebut kemungkinan berisi mariyuana.

Hal ini sangat beralasan, mengingat September tahun lalu Beasley pernah terkena masalah yang hampir serupa. Pada sebuah acara simposium untuk rookie NBA, Beasley diduga menggunakan mariyuana di sebuah kamar hotel  bersama Mario Chalmers, Darrell Arthur dan dua orang wanita tak dikenal.

Beasley didenda $50,000 sementara Mario Chalmers dan Darrell Arthur didenda masing $20,000. Beasley didenda lebih banyak karena ia mencoba untuk mengelak dan menghindari para penyelidik dari NBA.

Prihatin ga sih ngeliat kelakuan yang kaya gini???

Advertisements

Magic Mengontrak Jason Williams

August 21, 2009

Jason Williams (putih) ketika masih memperkuat Miami HeatOrlando, Fla

Bukan hanya Magic Johnson yang minggu lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-50 yang membuat berita. Kali ini giliran runner-up NBA 2009 Orlando Magic yang menghiasi headline.

Orlando Magic mengumumkan bahwa mereka telah membuat kesepakatan dengan mantan guard Miami Heat Jason Williams.

Hal ini disampaikan GM Orlando Magic Otis Smith hari Rabu kemarin. Ia menyebutkan bahwa Williams akan menambah kekuatan lini belakang Magic dan kepemimpinannya di lapangan akan sangat dibutuhkan.

Tidak disebutkan berapa besar nilai kesepakatan Magic dengan Jason Williams.

Williams memutuskan untuk pensiun dari NBA pada bulan September 2008 setelah bermain untuk Miami Heat. Jason mencetak rata-rata 8,8 angka per pertandingannya bersama Heat.

Jason Williams adalah pemain pilihan no.7 pada NBA Draft 1998. Sepanjang kariernya Williams telah bermain sebanyak 679 pertandingan di musim reguler bersama Sacramento, Memphis dan Miami. Ia juga memiliki pengalaman bertanding di babak playoff sebanyak 53 kali.

Prestasi tertinggi Jason Williams adalah membawa Miami Heat menjadi juara NBA 2006.

Satu lagi pemain berkaliber juara bergabung di Orlando.


Shaq Pindah Ke Cavaliers

June 27, 2009

Shaq dengan seragam barunya

Cleveland, Ohio

Cleveland Cavaliers merekrut center veteran asal Phoenix Suns Shaquille O’Neal. O’Neal ditukar dengan 3 pemain Cavs yaitu Ben Wallace, Sasha Pavlovic dan hak pilih urutan ke-46 pada NBA Draft.

Shaq akan kembali memakai seragam bernomor 33. Nomor yang dipakainya ketika masih menjadi pemain basket SMU dan ketika kuliah di LSU. Power Forward veteran Cavaliers, Joe Smith telah lebih dulu memakai nomor 32 di Cavs.

Shaq selalu memakai angka 32 ketika membela Orlando Magic, Miami Heat dan Phoenix Suns. Pada periode 1997 s/d 2004, Shaq memakai seragam Los Angeles Lakers bernomor 34.

Kehadiran The Diesel, julukan Shaq, diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan Cavaliers. Pemain center Cavs, Zydrunas Ilgauskas, habis dilindas oleh center Orlando Magic, Dwight Howard pada babak Final Wilayah Timur musim lalu.

Kelemahan pada posisi Center ini dibenahi pada masa libur musim ini agar Cavs, julukan akrab Cavaliers, dapat mengimbangi pemain-pemain center andalan tim-tim NBA wilayah timur lainnya.

Dwight ‘The Superman”¬† Howard dari Orlando Magic telah membuktikan bahwa tim asal Orlando itu bukan tim yang dapat dipandang sebelah mata oleh Cavs. Big man Boston Celtics Kevin Garnett pun kemungkinan besar akan kembali pulih dan siap turun di musim mendatang.

Masalahnya, setelah dianggap sebagai biang kegagalan di Phoenix Suns, apakah Shaq dapat mengimbangi pemain-pemain Center di wilayah timur NBA?

Apakah Shaq dapat menahan Superman?

(Sumber photo : yahoo.com)


Bisakah Magic Membalikkan Keadaan?

June 9, 2009

NBA FinalsTahukah Anda?

Orlando Magic ketinggalan 0-2 dari Los Angeles Lakers di NBA Finals 2009. Tapi bukan berarti kesempatan mereka menjuarai NBA musim ini sudah pupus.

Sejarah NBA Finals mencatat dari 30 tim NBA yang ketinggalan 0-2 di Finals, ada 3 tim mampu membalikkan keadaan dan menjuarai NBA!

Pertama, Boston Celtics di tahun 1969. Celtics ketinggalan 0-2 dari Lakers dan akhirnya menjuarai NBA di Game 7. 4-3.

Kedua, Portland Trailblazers di tahun 1977. Sama seperti Celtics, Blazers ketinggalan 0-2 dan menang 4 pertandingan berturut-turut untuk membalikkan keadaaan dan menjadi Juara NBA.

Ketiga, Miami Heat di tahun 2006. Heat ketinggalan 0-2 dari Dallas Mavericks, tim dengan rekor menang-kalah terbaik tahun 2006. Hingga quarter ke 3 di Game 3, Heat masih ketinggalan dari Mavs. Sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menjadi juara NBA dengan skor 4-2.

Apakah Orlando Magic jadi tim ke 4?


Shaq-Duncan NBA Finals Dinasty

June 8, 2009

Tim Duncan (21) dan Shaq O'Neal (32)Tahukah Anda?
Siapa yang tidak kenal dengan Tim Duncan dari San Antonio Spurs. Juga Shaquille O’Neal yang sekarang bermain di Phoenix Suns.

Dua pemain besar ini selalu tampil di NBA Finals sejak musim 1998-1999 hingga 2006-2007!

Tim Duncan melangkah ke Final 4 kali bersama San Antonio Spurs yaitu pada musim 1998-99, 2002-03, 2004-05, 2006-07. Ia memenangkan semua Finals tersebut. Dan Meraih 3 kali MVP Finals, kecuali pada Finals 2006-2007. Tony Parker, Point Guard asal Perancis yang dinobatkan menjadi MVP Finals.

Sementara, Shaq selama era tersebut masuk NBA Finals sebanyak 5 kali dan memenangkan 4 diantaranya. Shaq ke Finals bersama Los Angeles Lakers pada musim 1999-00 s/d 2001-02. Selama 3 tahun berturut-turut tersebut, Shaq dan tandem Kobe Bryant bersama Lakers menjuarai NBA. Shaq menjadi MVP Finals 3 kali berturut-turut.

Pada Finals 2004, Shaq, Kobe dan Lakers kembali ke Finals namun mereka dikalahkan oleh Detroit Pistons yang dimotori oleh Chauncey Billups. Billups menjadi MVP Finals 2004.

Penampilan terakhir Shaq di Finals adalah pada musim 2005-06. Tapi Shaq kala itu tidak memakai seragam Lakers lagi. Shaq kembali meraih Juara NBA bersama Miami Heat dengan Dwayne Wade sebagai tandemnya. Wade akhirnya dinobatkan sebagai MVP Finals.

Liat Statistik NBA Finals untuk lebih jelasnya

(Sumber photo : nba.com)