Cincin Juara Lakers

October 28, 2009

lakerring2350Los Angeles, CA

Sepanjang kiprah Los Angeles Lakers di NBA, mereka telah 15 kali menjadi juara NBA dari 30 kali penampilan di NBA Finals. Suatu rekor penampilan terbanyak suatu tim di NBA Finals.

Dan telah menjadi tradisi bagi sang juara untuk membuat cincin juara NBA.

Berikut adalah fakta dari cincin juara milik Lakers:

Emas — Kebanyakan cincin dibuat berdasar atas emas 14 karat, tapi Lakers membuat cincin 15 karat. Menandakan 15 kali Lakers menjadi juara NBA. Tidak seperti cincin biasa, cincin milik Lakers terdiri dari 7 bagian terpisah. Cincin ini di desain oleh perancang perhiasan terkenal, Jason of Beverly Hills.

Berlian — 15 mata berlian besar 2.85 karat menempel di bagian atas cincin.

Desain — Bagian atas cincin dirancang mengikuti bentuk dari stadion kebanggaan Lakers, Staples Center. Rancangan ini sangat terlihat bila cincin di lihat dari samping.

Cincin juara Lakers dari sampingPersonalisasi — Dulu nama pemain tertera di cincin juara, tapi cincin Lakers mendobrak tradisi tersebut. Pada sisi cincin terdapat gambar sang pemilik cincin yang di grafir dengan teknologi laser.

Packaging — Tiap cincin dikemas dalam sebuah kotak seukuran dengan kotak jam tangan. Ketika dibuka, dua lampu LED akan menyala menyinari cincin. Dan untuk menambah kemewahan yang telah dimiliki cincin tersebut, cincin “duduk” diatas singgasana yang berputar secara mekanis.

Wow!!

(Sumber berita : nba.com)

Advertisements

Happy Birthday Kobe!

August 24, 2009

Kobe Bryant terbang untuk melakukan dunkGuard Los Angeles Lakers Kobe Bryant berulang tahun yang ke-31. MVP NBA  tahun 2008 itu berhasil membawa Lakers kembali menjadi juara NBA tahun ini setelah mereka gagal tahun lalu. Lakers kalah dari Boston Celtics di Final NBA 2008.

Kobe Bryant dilahirkan di Philadelphia, Pennsylvania pada tanggal 23 Agustus 1978. Ia memiliki 2 saudara perempuan dan satu-satunya putra dari mantan pemain NBA Joe “Jellybean” Bryant.

Pada usia 6 tahun, ayahnya pindah dari NBA untuk bermain di Italy. Hal ini sangat berpengaruh bagi perkembangan jiwa Kobe. Ia tumbuh dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Kobe menjadi sangat mahir berbahasa Spanyol dan Italy.

Seperti anak-anak di Italy lainnya, Kobe kecil sangat menyukai sepakbola. Klub kesayangannya adalah AC Milan. Dan pemain favoritnya adalah mantan pemain Milan yang pernah menjadi pelatih F.C. Barcelona, Frank Rijkaard dan pemain Brasil Ronaldinho.

Tahukah anda, Joe “Jellybean” Bryant memberi nama putranya “Kobe” karena Joe sangat menggemari steak Kobe-beef dari Jepang.

Untung Joe bukan penggemar ketoprak ya..


Reuni Iverson-Brown?

August 24, 2009

Allen Iverson dan sang pelatihnya Larry BrownCharlotte,

Allen Iverson telah menjadi pembicaraan hangat musim panas ini. Hal ini disebabkan karena ia belum memiliki klub baru setelah kontraknya bersama Detroit Pistons berakhir.

Aaron Phillips dari majalah Dime memberitakan bahwa telah terjadi kesepakatan antara AI (Allen Iverson) dengan Charlotte Bobcats. Dan akan diresmikan ke media minggu depan.

Hal ini sangat mungkin terjadi. Bobcats yang berada di urutan terbawah NBA memang membutuhkan pencetak angka yang ulung seperti Iverson. Bobcats adalah tim terendah dalam masalah menceploskan bola ke ring.

Hadirnya Iverson dengan memakai jersey Bobcats tentunya pula akan mendongkrak penjualan merchandise tim tersebut.

Secara misterius, “The Answer”, julukan Iverson mem-post di twitter-nya mengatakan bahwa ia semakin dekat menuju kesepakatan dengan tim baru. Ia juga menambahkan bahwa ia memang ditakdirkan untuk memperoleh kontrak dalam waktu dekat dan akan menunjukkan performa terbaiknya kembali.

Apabila ini terjadi, maka ini adalah reuni bagi Iverson dan pelatih Larry Brown. Mereka pernah membawa Philadelphia 76ers melaju ke final NBA 2001. Di final tersebut, Iverson dan Brown dibawah panji Philadelphia 76ers dikalahkan Los Angeles Lakers yang diperkuat Shaq, Kobe Bryant dan Phil Jackson sebagai sang pelatih.

Ahh, benar-benar reuni yang indah. Seperti pulangnya si anak yang telah lama hilang.

Mudah-mudahan reuni ini benar-benar akan menjadi kenyataan.

Go AI!!!

(Sumber photo : www.yahoo.com)


Magic Johnson dan NBA Finals 1980

August 19, 2009

Magic Johnson ketika berhadapan dengan 76ers di Final NBA 1980Tahukah Anda?

Earvin “Magic” Johnson adalah satu-satunya pemain NBA yang menjadi pemain terbaik NBA Finals ketika masih menjadi rookie.

Magic Johnson masuk ke NBA pada musim 1979-80. Ia adalah dipilih Lakers sebagai rookie (pemain baru) NBA pada pilihan pertama NBA Draft 1979.

Magic menjadi pemain yang paling ditunggu musim itu karena ia telah menjadi buah bibir dunia basket semenjak ia membawa Michigan mengalahkan Indiana State dan menjadi juara NCAA 1979 . Final NCAA 1979 disebut-sebut sebagai final terbaik NCAA (Liga Basket tingkat Universitas) sepanjang masa dimana ia mengalahkan seseorang yang juga bakal menjadi legenda NBA, Larry Bird.

Larry Bird yang juga masuk ke NBA pada tahun 1979 dinobatkan menjadi NBA Rookie of the year, pemain muda terbaik NBA musim itu.

Tapi Magic menggebrak di Final NBA 1980. Kala itu Lakers berhadapan dengan Philadelphia 76ers. Lakers yang unggul 3-2 hingga game ke 5 harus kehilangan center mereka, Kareem Abdul-Jabbar. Abdul-Jabbar yang mencetak 40 poin di game 5 cedera pergelangan kakinya dan absen di game berikutnya.

Di game 6 Magic Johnson menggantikan posisi Abdul-Jabbar sebagai center Lakers. Ia mencetak 42 angka, 15 rebound, 7 assist dan 3 steal. Lakers menang di game 6 dan menjadi juara NBA.

Penampilan Magic Johnson yang memukau di sepanjang seri final NBA tersebut membuatnya dinobatkan menjadi rookie NBA pertama yang dinobatkan menjadi MVP Finals.

(Sumber photo : si.com)


Dwight Howard dan Orlando Magic

June 18, 2009

Dwight HowardTahukah anda?

Pada tahun 2004, Orlando Magic memenangkan undian NBA Draft dan menjadi tim pertama yang dapat memilih pemain baru untuk terjun ke NBA. Ini adalah kali ketiganya Magic memenangkan undian Draft selama 15 tahun berkiprah di NBA.

Ada dua kandidat kala itu. Yang pertama adalah Dwight Howard, seorang pemain Center berusia 18 tahun dengan sejuta potensi yang belum tergali. Ia adalah pemain basket yang dianggap masih “mentah” dan belum terpoles. Sementara kandidat lainnya adalah Pemain Center bintang juara bertahan NCAA (liga basket mahasiswa), Connecticut, bernama Emeka Okafor.

Pilihan yang mudah saja bukan? Tapi Orlando Magic memilih Dwight Howard. Dan Okafor dipilih oleh Charlotte Bobcats.

Okafor memiliki karier yang baik di NBA. Tapi Dwight Howard telah melewati Okafor dalam segala hal. Howard menjadi juara Slam Dunk Contest dan tahun ini menjadi pemain bertahan terbaik 2009. Tahun ini Howard membawa Magic kembali ke NBA Finals.

(Sumber : nba.com)


Kobe Bryant Raih MVP Finals

June 15, 2009

Kobe Bryant memegang trofi Larry o'Brien (kiri) dan trofi MVP Finals (kanan)Orlando, Fl

Setelah Lakers dinobatkan menjadi juara NBA musim 2008-09, Kobe Bryant dianugerahi penghargaan sebagai MVP Finals.

Kobe Bryant yang banyak disorot media yang mempertanyakan kemampuannya untuk membawa Lakers menjadi juara NBA setelah ditinggal oleh bekas rekannya di Lakers, Shaquille O’Neal yang pernah menjadi MVP Finals sebanyak 3 kali ketika Lakers menjuarai NBA tahun 2000 sampai 2002. Apalagi setelah kegagalannya di Finals tahun lalu tanpa O’Neal.

Kobe mendapat suara mutlak dari para pemilih untuk menjadi MVP Finals tahun ini. Bryant selama Finals memiliki rata-rata poin 32,4 per pertandingan; 7,2 assist; 5,6 rebound.

Kobe Bryant menjadi pemain Lakers ke-10 yang menjadi MVP Finals. Yang pertama adalah Jerry West tahun 1969. Wilt Chamberlain tahun 1972. Magic Johnson menjadi MVP Finals termuda ketika berusia 20 tahun pada tahun 1980. Ia juga meraih MVP Finals pada tahun 1982 dan 1987. Kareem Abdul Jabbar menjadi pemain Lakers tertua yang menjadi MVP Finals pada tahun 1985 pada usia 38 tahun. James Worthy menjadi MVP Finals tahun 1988, dan terakhir Shaquille O’Neal, yang meraih 3 MVP Finals berturut-turut pada tahun 2000 s/d 2002.

(Sumber photo : nba.com)


Phil Jackson Lewati Red Auerbach

June 15, 2009

Phil Jackson disiram sampanye oleh pemain-pemain Lakers pada perayaan juara NBAOrlando, Fl

Phil Jackson akhirnya memecahkan rekor sebagai pelatih NBA yang terbanyak meraih gelar Juara. Ia meraih gelar juara NBA ke-10 setelah Lakers menang 99-86 atas Magic di game 5 NBA Finals.

Magic yang mengalahkan Lakers sebanyak 2 kali pada musim reguler akhirnya kalah di Finals dalam 5 pertandingan.

Phil melewati rekor pelatih legendaris NBA dari Boston Celtics, Red Auerbach yang membawa Celtics juara NBA sebanyak 9 kali.

Pelatih yang dijuluki “Zen Master” ini meraih 6 gelar juara NBA bersama Michael Jordan dan Chicago Bulls di era 90-an dan 4 gelar bersama Los Angeles Lakers.

Phil Jackson dan topi yang disiapkan khusus ole keluarganyaPhil memakai topi kuning bertuliskan huruf X (berarti bilangan angka 10 dalam angka romawi) usai ketika penyerahan trofi Larry o’Brien berkata akan meniru mendiang Red Auerbach yang suka merayakan gelar juara dengan mengisap cerutu.

Jackson berkata, “akan mengisap cerutu malam ini untuk mengenang Red. Ia pelatih yang hebat.”

Pelatih Orlando Magic Stan Van Gundy mengatakan Phil Jackson adalah pelatih NBA yang terhebat dalam sejarah. Ia juga menyinggung pencapaian Jackson yang meraih gelar juara sebanyak 10 kali sebagai prestasi yang “mengagumkan”, seraya menambahkan : “Orang ini selalu meraih kemenangan.”

(Sumber photo : nba.com)