Rekor Pemain Asing di NBA

October 29, 2009

Pau (kanan) dan adiknya Marc  (kiri), kakak beradik pemain Spanyol di NBA

Ada yang menarik ketika musim NBA 2009-10 dibuka. Apa itu? NBA tahun ini benar-benar bertabur bintang-bintang basket Internasional.

Ya, pada daftar nama pemain NBA musim ini terdapat 83 pemain asing. Rekor ini menyamai rekor yang ditorehkan pada daftar pemain di malam pembukaan musim 2006-07.

Tercatat 27 dari 30 tim NBA memiliki paling tidak satu orang pemain asing. Milwauke Bucks adalah tim terbanyak yang memiliki pemain asing yaitu 7 orang. Sedangkan Perancis menjadi negara penyumbang pemain terbanyak dengan 10 pemain. (Lihat tabel pemain)

Gasol bersaudara, Marc dan Pau dari Spanyol yang paling menjadi sorotan musim ini. Mereka berhasil membawa Spanyol menjadi juara basket di Eropa pada bulan Juli. (baca The Spaniard Brothers).

Kompak banget ya kakak beradik yang satu ini..

(Sumber berita : nba.com)

 


Magic Tidak Tinggal Diam

June 27, 2009

Vince Carter dengan seragam barunyaOrlando, Fl

Hanya beberapa jam setelah Cleveland Cavaliers merekrut Shaquille O’Neal dari Phoenix Suns, jawara wilayah timur Orlando Magic langsung merespon perpindahan pemain tersebut. Magic, tim pertama Shaq ketika memulai kiprahnya di NBA, memboyong bintang New Jersey Nets Vince Carter untuk menambah daya gempur tim asal Orlando tersebut.

Carter akan bergabung bersama bintang Magic Dwight Howard dan Rashard Lewis. Sementara, bintang Magic lainnya asal Turki, Hidayat ‘Hedo’ Turkoglu kemungkinan besar akan tetap bermain untuk Magic setelah datangnya Vince Carter.

Carter dilepas oleh New Jersey Nets setelah Orlando Magic rela menukar Carter dengan 3 pemain sekaligus, yaitu point guard Raffer Alston, Tony Battie,  dan Courtney Lee. Magic mendapat satu tambahan pemain dari Nets yaitu Ryan Anderson. Bagi Carter ini adalah kepulangannya ke kampung halaman. Carter semasa kecilnya tinggal di Daytona Beach, Florida.

“Setiap pemain pasti memimpikan hal ini, untuk dapat bermain di Final NBA walaupun hanya sekali saja.” Ujar bintang NBA yang telah berkiprah selama 10 tahun tersebut. “Bagiku ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sekarang aku memiliki kesempatan untuk menjadi juara NBA.” Tambah Carter yang tahun ini genap berusia 32 tahun.

Magic mengalahkan Cavs di final wilayah timur setelah mampu mementahkan semua ‘senjata’ yang dimiliki Cavs. Termasuk ‘King’ James.

Tahun 2007, KG dan Ray Allen mendarat di Boston. Dan Celtics menjadi juara NBA 2008.

Febuari 2008, Pau Gasol memutuskan untuk memakai seragam ‘purple and gold’ milik Los Angeles Lakers. Dan Lakers berhasil melakukan ‘sweet revenge’ musim ini. Gagal di Final NBA 2008, mereka menjuarai NBA 2009.

Setelah Cavs memboyong Shaq, Magic membawa Carter pulang ke Florida.

Apakah ini juga berarti bahwa salah satu dari mereka akan mengangkat trofi Larry O’Brien Juni tahun depan?

(Sumber photo : nba.com)


NBA Finals Game 5 : Lakers Raih Titel ke-15

June 15, 2009

Pemain Lakers merayakan kemenanganOrlando, Fl

Los Angeles Lakers akhirnya menjadi juara NBA musim 2009 setelah mengalahkan Orlando Magic dengan skor 99-86. Magic yang juga kalah di game 4 Kamis kemarin gagal untuk membalas kekalahan mereka.

Keberhasilan Lakers merebut juara NBA menjadi “balas dendam” yang manis setelah tahun lalu mereka gagal menjadi juara karena kalah di Finals oleh Boston Celtics.

Kobe Bryant menyumbang 30 angka dan center Pau Gasol menyumbangkan 14 angka dan 15 rebound. Sementara superstar Magic Dwight Howard benar-benar tenggelam pada game 5 ini. Howard hanya mencetak 11 angka dan hanya memiliki 9 kali kesempatan menembak bola karena dimatikan sepanjang pertandingan. Rashard Lewis menyumbang 18 angka tapi hanya mampu melesakkan 3 dari 12 tembakan 3 angka untuk Orlando.

Ini adalah titel juara NBA yang ke-15 kali bagi Lakers. Sementara peraih titel juara NBA terbanyak tetap dipegang rival abadi Lakers, Boston Celtics, dengan 17 titel.

(Sumber photo : nba.com)


Spaniard Brothers

June 14, 2009

Pau Gasol (16)Tahukah anda?

Pau Gasol, Center Los Angeles Lakers asal negeri matador Spanyol, yang terkenal dengan permainannya yang taktis dan sarat teknis ternyata memiliki saudara kandung yang juga bermain di NBA.

Pau, sang kakak, yang di draft (salah satu sistem rekrutmen di NBA) pada tahun 2001 oleh Memphis Grizzlies dari salah satu klub kenamaan dari ACB, Liga Basket Profesional di Spanyol, yaitu Barcelona.

Ia juga meraih gelar Rookie of the year, pendatang muda terbaik NBA, pada musim 2001-02. Gasol pindah ke Lakers pada pertengahan musim 2007-08 dan langsung merasakan NBA Finals pada musim tersebut. Gasol dan Lakers kalah oleh Boston Celtics. Tahun ini Gasol yang telah berusia 28 tahun kembali ke Finals bersama Lakers dan bertekad untuk tidak kalah lagi.

Marc Gasol (33)Sementara sang adik, Marc, yang memiliki tinggi badan 2,16 m, tiga cm lebih tinggi dari sang kakak, sebenarnya telah di draft pada tahun 2007. Tapi ia tetap bermain di Liga Basket Spanyol bersama Barcelona.

Marc, 23 tahun, sejak tahun 2003 telah bermain bersama Barcelona. Pada musim 2007-08, Marc dinobatkan sebagai MVP Liga tersebut. Akhirnya Marc menandatangani kontrak bersama Memphis Grizzlies, bekas klub kakaknya pada tanggal 9 Juli 2008.

Prestasi Marc antara lain adalah membawa Spanyol merebut medali emas pada kejuaraan basket dunia FIBA tahun 2006. Dan medali perak pada Kejuaraan Basket Eropa pada tahun 2007.

Ia juga menjadi anggota tim Spanyol yang berlaga pada Olimpiade Beijing 2008 bersama sang kakak, Pau.

Memiliki reputasi sebagai salah satu pemain terbaik Eropa, Marc Gasol adalah pemain Spanyol ketiga yang bermain untuk Memphis Grizzlies. Yang pertama adalah sang kakak, Pau Gasol pada tahun 2001 dan Juan Carlos Navarro pada tahun 2007.

(Sumber photo : nba.com)


Pau Gasol Mendominasi Game 2

June 8, 2009

Pau Gasol (16) big men LA LakersLos Angeles, CA

Pau Gasol, big men Lakers bermain sangat apik pada Game 2 dan membawa Lakers memenangi Game 2 NBA Finals 2009 melawan Orlando Magic.

Gasol mencetak 24 angka, 7 diantaranya adalah poin penting yang dicetaknya pada babak perpanjangan waktu. Kontribusinya membawa Lakers memimpin 2-0.

Ketika media lebih banyak menyoroti rekannya Andrew Bynum yang menjaga Dwight Howard. Pau Gasol menunjukkan permainannya dengan caranya yang tenang seperti biasa.

Bintang Lakers asal Spanyol yang memiliki tinggi sekitar 2.13m ini mencetak 10 dari 11 tembakan bebas, 10 rebound, 2 steal dan 1 block selama 44 menit.

Banyak orang mengkritik permainan Gasol yang terkesan “lembek”. Tipikal karakter pemain eropa dan label yang mereka terima ketika mereka berkiprah di NBA.

Gasol mengulang pengalamannya di NBA Finals yang kedua setelah tahun lalu dikalahkan oleh Boston Celtics.

Tapi Gasol yang tahun ini, di Finals ini, bukanlah Gasol yang tahun lalu.

Gasol, Kobe dan Lakers tinggal 2 kemenangan dari gelar juara ke 15 bagi Los Angeles Lakers.

(Sumber photo : nba.com, writer : Beth Harris, AP Sports Writer)


Magic Terlalu Fokus Pada Kobe

June 8, 2009

Kobe Bryant (24) dijaga ketat oleh Courtney Lee di Game 2Los Angeles, CA

Orlando Magic menerapkan beberapa pola dan skema defensif yang memfokuskan untuk mematikan Kobe Bryant pada Game 2 NBA Finals. Dan mereka mendapat ganjarannya.

Dengan menekankan fokus pertahanan yang Bryant-minded, Pau Gasol dan Lamar Odom menjadi lebih leluasa ketika Lakers menyerang. Mereka berdua menghasilkan total 43 angka dan 18 rebound ketika Lakers menang 101-96 pada perpanjangan waktu Game ke 2.

Barisan pertahanan Orlando magic, Hedo Turkoglu, Mickael Pietrus dan J.J Reddick berganti-gantian bahkan kadang secara bersamaan menempel Kobe di pertandingan itu dengan harapan akan melambatkannya. Hasilnya Kobe Bryant “hanya” mampu mencetak 29 angka.

Pelatih Magic, Stan Van Gundy, harus mengevaluasi kembali skema pertahanannya di pesawat mereka menuju Orlando untuk Game 3 nanti.

Yang jelas, senjata Lakers bukan hanya Kobe Bryant. Atau mungkin Kobe hanya “umpan” untuk memancing barisan pertahanan Magic.

Kobe tidak seperti Lebron. Dan Lakers jauh berbeda dari Cavaliers.

(Sumber photo : nba.com, writer : Solange Reyner, AP Writer)


NBA Finals Game 2 : Magic Gagal Manfaatkan Peluang

June 8, 2009

Turkoglu (15) memblok tembakan Kobe Bryant untuk memaksakan Overtime di Game 2Los Angeles, CA

Magic gagal untuk mencuri 1 kemenangan  di Staples Center, kandang Lakers, dan akhirnya Lakers memenangkan Game 2 NBA Finals melalui overtime 101-96.

Di akhir Quarter ke 4, ketika kedudukan 88-88, Courtney Lee, Guard Magic, gagal memasukkan dua tembakan untuk mencetak angka, dan Lakers memanfaatkan kesempatan untuk merebut Game ke 2 ini.

Kobe Bryant mencetak 29 angka pada pertandingan ini. Rekannya Pau Gasol menambahkan 24 angka, 7 diantaranya pada perpanjangan waktu, dan 10 rebound sementara Lamar Odom menambahkan 19 angka.

Bintang Magic Dwight Howard mencetak 17 poin dan 16 rebound dan rekannya Rashard Lewis mencetak 34 angka, 18 diantaranya di quarter ke 2.

Orlando Magic akan menjamu Lakers di Game 3 di stadion mereka Amway Arena, yang akan menyelenggarakan pertandingan final untuk pertama kalinya sejak 9 Juni 1995.

Ketika itu, Shaq muda di babat habis 4-0 di Final tersebut.

Magic telah 6 kali bertarung di Finals dan belum pernah menang 1 kalipun.

Akankah Superman merasakan pil pahit seperti Shaq dan disapu oleh Lakers?

Kita harap tidak. Magic harus berjuang. Berjuang keras. Karena Lakers sudah semakin dekat dengan apa yang menjadi target mereka musim ini.

Trofi Larry o’Brien.

(Sumber photo : nba.com writer : Beth Harris, AP Sports Writer)