Steve Nash kecolongan

August 22, 2009

Steve Nash, kapten Phoenix Suns berbicara dengan wasit. Tampak Shaq dibelakangnya. Tahukah anda?

Steve Nash yang dikenal di NBA sebagai stealer, pencuri bola yang ulung kali ini kecolongan.

Shaquille O’Neal, bekas rekan Nash di Phoenix Suns yang baru saja pindah ke Cleveland Cavaliers diberitakan mencuri ide sang mantan MVP NBA tersebut.

Reality Show baru Shaq yang berjudul “Shaq Vs. “, ternyata lahir dari ide Steve Nash yang secara blak-blakan dicuri oleh O’Neal, demikian yang dikutip oleh Arizona Republic. Reality Show ini disiarkan mulai tanggal 18 Agustus di stasiun TV ABC.

Pada bulan Februari 2008, Steve Nash pernah menceritakan rencananya untuk membuat suatu acara televisi kepada Shaq. Acara tersebut akan berisi ia berkompetisi dengan atlit-atlit dari cabang olahraga lain selain basket.

Tapi betapa terkejutnya Nash ketika pada awal musim 2008-09 Shaq berbicara kepada semua orang di dalam bus tim bahwa ia akan membuat reality show baru dengan konsep yang sangat sama.

Nash pun mengambil jalan hukum dan sekarang ia diangkat sebagai produser acara itu.

Wah wah, Lebron James harus hati-hati nih kalau punya rencana membuat reality show supaya jangan seperti Steve Nash.

(Sumber berita : Arizona Republic)


Big Ben kembali berdentang

August 13, 2009

Ben Wallace dengan seragam PistonsAuburn Hills, Michigan

Ben Wallace nyaris gantung sepatu sebelum ia akhirnya memutuskan untuk kembali bermain untuk Detroit Pistons.

Wallace yang  meninggalkan Detroit pada Juli 2006 ketika ia menandatangani kontrak dengan Chicago Bulls, sepakat untuk kembali bermain pada bekas klubnya itu pada hari Rabu kemarin. Pemain yang telah 4 kali mencicipi ajang NBA All-Star itu pernah merasakan manisnya meraih gelar juara NBA pada tahun 2004 bersama Pistons.

Wallace yang mulai tahun 2008 bermain untuk Cleveland Cavaliers di tukar dengan Shaquille O’Neal pada bulan lalu. Tapi Phoenix Suns tidak berminat untuk memberikan kontrak padanya.

Hal inilah yang membuat Big Ben, julukan Ben Wallace karena sosoknya yang tinggi besar seperti layaknya jam Big Ben di London memikirkan untuk gantung sepatu. Tapi kenangan indah bersama Pistons dan bujukan dari Richard “Rip” Hamilton dan Tayshaun Prince, mantan rekannya di Pistons yang membuatnya untuk kembali ke Pistons.

Tahun 2003, Pistons mendapat julukan “The New Breed” karena mereka mendapat suntikan bibit-bibit pemain baru dan haus kemenangan. Hasilnya mereka merengkuh juara NBA 2004.

Tahun ini, jago tembak dari Chicago Bulls Ben Gordon dan Charlie Villanueva masuk barisan ofensif Pistons. Big Ben kembali untuk menjadi “tembok” pertahanan. Bersama Rip dan Tayshaun yang bebas cedera, Pistons kembali menjadi tim wilayah timur yang menakutkan.


Magic Tidak Tinggal Diam

June 27, 2009

Vince Carter dengan seragam barunyaOrlando, Fl

Hanya beberapa jam setelah Cleveland Cavaliers merekrut Shaquille O’Neal dari Phoenix Suns, jawara wilayah timur Orlando Magic langsung merespon perpindahan pemain tersebut. Magic, tim pertama Shaq ketika memulai kiprahnya di NBA, memboyong bintang New Jersey Nets Vince Carter untuk menambah daya gempur tim asal Orlando tersebut.

Carter akan bergabung bersama bintang Magic Dwight Howard dan Rashard Lewis. Sementara, bintang Magic lainnya asal Turki, Hidayat ‘Hedo’ Turkoglu kemungkinan besar akan tetap bermain untuk Magic setelah datangnya Vince Carter.

Carter dilepas oleh New Jersey Nets setelah Orlando Magic rela menukar Carter dengan 3 pemain sekaligus, yaitu point guard Raffer Alston, Tony Battie,  dan Courtney Lee. Magic mendapat satu tambahan pemain dari Nets yaitu Ryan Anderson. Bagi Carter ini adalah kepulangannya ke kampung halaman. Carter semasa kecilnya tinggal di Daytona Beach, Florida.

“Setiap pemain pasti memimpikan hal ini, untuk dapat bermain di Final NBA walaupun hanya sekali saja.” Ujar bintang NBA yang telah berkiprah selama 10 tahun tersebut. “Bagiku ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sekarang aku memiliki kesempatan untuk menjadi juara NBA.” Tambah Carter yang tahun ini genap berusia 32 tahun.

Magic mengalahkan Cavs di final wilayah timur setelah mampu mementahkan semua ‘senjata’ yang dimiliki Cavs. Termasuk ‘King’ James.

Tahun 2007, KG dan Ray Allen mendarat di Boston. Dan Celtics menjadi juara NBA 2008.

Febuari 2008, Pau Gasol memutuskan untuk memakai seragam ‘purple and gold’ milik Los Angeles Lakers. Dan Lakers berhasil melakukan ‘sweet revenge’ musim ini. Gagal di Final NBA 2008, mereka menjuarai NBA 2009.

Setelah Cavs memboyong Shaq, Magic membawa Carter pulang ke Florida.

Apakah ini juga berarti bahwa salah satu dari mereka akan mengangkat trofi Larry O’Brien Juni tahun depan?

(Sumber photo : nba.com)


Shaq Pindah Ke Cavaliers

June 27, 2009

Shaq dengan seragam barunya

Cleveland, Ohio

Cleveland Cavaliers merekrut center veteran asal Phoenix Suns Shaquille O’Neal. O’Neal ditukar dengan 3 pemain Cavs yaitu Ben Wallace, Sasha Pavlovic dan hak pilih urutan ke-46 pada NBA Draft.

Shaq akan kembali memakai seragam bernomor 33. Nomor yang dipakainya ketika masih menjadi pemain basket SMU dan ketika kuliah di LSU. Power Forward veteran Cavaliers, Joe Smith telah lebih dulu memakai nomor 32 di Cavs.

Shaq selalu memakai angka 32 ketika membela Orlando Magic, Miami Heat dan Phoenix Suns. Pada periode 1997 s/d 2004, Shaq memakai seragam Los Angeles Lakers bernomor 34.

Kehadiran The Diesel, julukan Shaq, diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan Cavaliers. Pemain center Cavs, Zydrunas Ilgauskas, habis dilindas oleh center Orlando Magic, Dwight Howard pada babak Final Wilayah Timur musim lalu.

Kelemahan pada posisi Center ini dibenahi pada masa libur musim ini agar Cavs, julukan akrab Cavaliers, dapat mengimbangi pemain-pemain center andalan tim-tim NBA wilayah timur lainnya.

Dwight ‘The Superman”  Howard dari Orlando Magic telah membuktikan bahwa tim asal Orlando itu bukan tim yang dapat dipandang sebelah mata oleh Cavs. Big man Boston Celtics Kevin Garnett pun kemungkinan besar akan kembali pulih dan siap turun di musim mendatang.

Masalahnya, setelah dianggap sebagai biang kegagalan di Phoenix Suns, apakah Shaq dapat mengimbangi pemain-pemain Center di wilayah timur NBA?

Apakah Shaq dapat menahan Superman?

(Sumber photo : yahoo.com)


Canadian NBA MVP

June 11, 2009

Salah satu aksi Steve Nash di lapanganTahukah anda?

Steve Nash, salah satu bintang NBA yang dikenal sebagai Point Guard eksentrik dengan rambutnya yang panjang dan permainannya yang kadang “nyeleneh” dengan passing-passing hebatnya adalah orang Kanada pertama yang menjadi MVP NBA.

Nash yang genap berusia 35 tahun pada 7 Februari lalu, meraih MVP pertamanya di musim 2004-05. Dan kembali dinobatkan menjadi MVP di musim berikutnya, 2005-06.

Steve Nash menjadi Guard pertama dari Phoenix Suns yang berhasil menjadi MVP dua kali.

(Sumber photo : bballone.com)


Shaq-Duncan NBA Finals Dinasty

June 8, 2009

Tim Duncan (21) dan Shaq O'Neal (32)Tahukah Anda?
Siapa yang tidak kenal dengan Tim Duncan dari San Antonio Spurs. Juga Shaquille O’Neal yang sekarang bermain di Phoenix Suns.

Dua pemain besar ini selalu tampil di NBA Finals sejak musim 1998-1999 hingga 2006-2007!

Tim Duncan melangkah ke Final 4 kali bersama San Antonio Spurs yaitu pada musim 1998-99, 2002-03, 2004-05, 2006-07. Ia memenangkan semua Finals tersebut. Dan Meraih 3 kali MVP Finals, kecuali pada Finals 2006-2007. Tony Parker, Point Guard asal Perancis yang dinobatkan menjadi MVP Finals.

Sementara, Shaq selama era tersebut masuk NBA Finals sebanyak 5 kali dan memenangkan 4 diantaranya. Shaq ke Finals bersama Los Angeles Lakers pada musim 1999-00 s/d 2001-02. Selama 3 tahun berturut-turut tersebut, Shaq dan tandem Kobe Bryant bersama Lakers menjuarai NBA. Shaq menjadi MVP Finals 3 kali berturut-turut.

Pada Finals 2004, Shaq, Kobe dan Lakers kembali ke Finals namun mereka dikalahkan oleh Detroit Pistons yang dimotori oleh Chauncey Billups. Billups menjadi MVP Finals 2004.

Penampilan terakhir Shaq di Finals adalah pada musim 2005-06. Tapi Shaq kala itu tidak memakai seragam Lakers lagi. Shaq kembali meraih Juara NBA bersama Miami Heat dengan Dwayne Wade sebagai tandemnya. Wade akhirnya dinobatkan sebagai MVP Finals.

Liat Statistik NBA Finals untuk lebih jelasnya

(Sumber photo : nba.com)