Phil Jackson Lewati Red Auerbach

June 15, 2009

Phil Jackson disiram sampanye oleh pemain-pemain Lakers pada perayaan juara NBAOrlando, Fl

Phil Jackson akhirnya memecahkan rekor sebagai pelatih NBA yang terbanyak meraih gelar Juara. Ia meraih gelar juara NBA ke-10 setelah Lakers menang 99-86 atas Magic di game 5 NBA Finals.

Magic yang mengalahkan Lakers sebanyak 2 kali pada musim reguler akhirnya kalah di Finals dalam 5 pertandingan.

Phil melewati rekor pelatih legendaris NBA dari Boston Celtics, Red Auerbach yang membawa Celtics juara NBA sebanyak 9 kali.

Pelatih yang dijuluki “Zen Master” ini meraih 6 gelar juara NBA bersama Michael Jordan dan Chicago Bulls di era 90-an dan 4 gelar bersama Los Angeles Lakers.

Phil Jackson dan topi yang disiapkan khusus ole keluarganyaPhil memakai topi kuning bertuliskan huruf X (berarti bilangan angka 10 dalam angka romawi) usai ketika penyerahan trofi Larry o’Brien berkata akan meniru mendiang Red Auerbach yang suka merayakan gelar juara dengan mengisap cerutu.

Jackson berkata, “akan mengisap cerutu malam ini untuk mengenang Red. Ia pelatih yang hebat.”

Pelatih Orlando Magic Stan Van Gundy mengatakan Phil Jackson adalah pelatih NBA yang terhebat dalam sejarah. Ia juga menyinggung pencapaian Jackson yang meraih gelar juara sebanyak 10 kali sebagai prestasi yang “mengagumkan”, seraya menambahkan : “Orang ini selalu meraih kemenangan.”

(Sumber photo : nba.com)

Advertisements

Komentar Mereka

June 11, 2009

Hedo Turkoglu, Orlando Magic :

“Itu hanyalah tembakan-tembakan yang masuk. Kami tidak pernah bertanding dengan mindset bahwa kami akan melesakkan 30 tembakan 3 angka setiap malamnya. Semua pemain bermain bagus di pertandingan kemarin (game 3). Kami menyerang dan menyerang. Tapi kami tidak pernah hanya berfokus pada para penembak 3 angka.”

(Turkoglu tidak menyadari bahwa 14 tembakan 3 angka yang berhasil mereka masukkan kemarin adalah yang terendah sepanjang musim ini)

*********

Stan Van Gundy, Pelatih Orlando Magic :

“Saya tidak merasakan (kegembiraan yang berlebihan), Kami gembira bisa menang kemarin malam tapi kami masih ketinggalan 2-1 dan mereka memiliki lebih banyak pertandingan kandang. Saya rasa setiap pemain paham akan hal ini.”

(Van Gundy tidak khawatir terhadap kemungkinan para pemainnya terlalu gembira dengan kemenangan di game 3)


Magic Terlalu Fokus Pada Kobe

June 8, 2009

Kobe Bryant (24) dijaga ketat oleh Courtney Lee di Game 2Los Angeles, CA

Orlando Magic menerapkan beberapa pola dan skema defensif yang memfokuskan untuk mematikan Kobe Bryant pada Game 2 NBA Finals. Dan mereka mendapat ganjarannya.

Dengan menekankan fokus pertahanan yang Bryant-minded, Pau Gasol dan Lamar Odom menjadi lebih leluasa ketika Lakers menyerang. Mereka berdua menghasilkan total 43 angka dan 18 rebound ketika Lakers menang 101-96 pada perpanjangan waktu Game ke 2.

Barisan pertahanan Orlando magic, Hedo Turkoglu, Mickael Pietrus dan J.J Reddick berganti-gantian bahkan kadang secara bersamaan menempel Kobe di pertandingan itu dengan harapan akan melambatkannya. Hasilnya Kobe Bryant “hanya” mampu mencetak 29 angka.

Pelatih Magic, Stan Van Gundy, harus mengevaluasi kembali skema pertahanannya di pesawat mereka menuju Orlando untuk Game 3 nanti.

Yang jelas, senjata Lakers bukan hanya Kobe Bryant. Atau mungkin Kobe hanya “umpan” untuk memancing barisan pertahanan Magic.

Kobe tidak seperti Lebron. Dan Lakers jauh berbeda dari Cavaliers.

(Sumber photo : nba.com, writer : Solange Reyner, AP Writer)


The NBA Finals 2009 : Magic(al) Road To Final

June 7, 2009

thumb-orlando-magic-logoBerbicara mengenai Wilayah Timur NBA, beberapa tahun belakangan ini masih seputar Iverson, Shaq, dan Kevin Garnett. Oh ya, jangan lupakan juga dengan King James, Sang MVP. Pindahnya Garnett dan Ray Allen ke Celtics pada tahun 2007 membawa dampak yang signifikan. Boston Celtics meraih gelar tim terbaik NBA 2008, rekor kemenangan terbaik dan Juara NBA 2008.

Begitu pula pada playoff tahun ini. Cederanya KG, membuat Celtics harus bersusah payah di Babak pertama wilayah timur melawan Chicago Bulls bersama Rookie of the Year, Derrick Rose. Dan akhirnya kandas oleh, yah kalian tahu beritanya, The Orlando Magic.

Orlando Magic, yang ditukangi Stan Van Gundy dan bintangnya Dwight Howard, masuk babak playoff Wilayah Timur sebagai unggulan ke 3 dibawah Cleveland Cavaliers dan Boston Celtics. Mereka bermain di playoff tanpa bintang point guard mereka, Jameer Nelson, yang cedera bahu di awal Februari 2009.

Dibabak pertama Playoff, Magic berhadapan dengan Philadelphia 76ers. Magic kalah pada game pembukaan babak playoff mereka 100-98. Magic harus bersusah payah menghadapi Sixers. Mereka tertinggal 2-1 menjelang Game 4, sebelum akhirnya memenangkan 3 pertandingan berikutnya untuk membalikkan keadaan 4-2.

Tapi, tetap, yang jadi berita di Wilayah Barat adalah bagaimana Boston harus berulang kali dipaksa bermain di perpanjangan waktu, bahkan 5 kali perpanjangan waktu pada dalam 4 game melawan pemain-pemain muda Bulls. Bagaimana The King James dan Cleveland Cavaliers “menyapu” bersih Juara 2004, Detroit Pistons yang telah minus Chauncey Billups.

Di Semifinal Wilayah Timur, setelah menunggu 1 game, Magic akhirnya berhadapan dengan Sang Juara Bertahan, Boston Celtics. Magic tetap underdog. Magic merebut Game 1. Dan kedua tim ini berganti-gantian menjadi pemenang hingga Game 5. Kedudukan 3-2 untuk Celtics. Sebelum akhirnya, Magic memenangkan Game 6 dan menolak untuk memberikan kemenangan pada Celtics di Game 7. Magic menang dan lolos ke Final Wilayah timur.

Tapi, tetap yang menjadi highlight beritanya, Lebron James dan Cleveland Cavaliers terlalu perkasa untuk Atlanta Hawks. Mereka menyapu Hawks 4-0. Sedangkan Magic, menang di Game 7 melawan Juara Bertahan. Game 7. Boston memang kalah. Tapi mereka tanpa Kevin Garnett.

Dwight Howard dinobatkan menjadi Pemain Bertahan Terbaik. Tapi, Lebron menjadi MVP. Semua orang mulai membicarakan kemungkinan Lebron vs Kobe di Final. Final Impian. Akhirnya benar-benar jadi impian. Tidak pernah menjadi kenyataan.

Kejutan mulai keliatan. Game 1, Cleveland Cavaliers yang tak terkalahkan akhirnya roboh oleh Magic-nya Superman. Dwight Howard begitu perkasa. Tapi King James menunjukkan tajinya, di akhir game 2, Cavs ketinggalan 2 angka, 93-95. Waktu menipis. Cavs memainkan Isolation untuk The King. King James lolos. Lepaskan tembakan 3 angka. Masuk. Cavs lega. Magic punya satu kesempatan. Dan gagal. 1-1.

Game berikutnya tetap ketat. Tapi Cleveland kewalahan dengan tembakan 3 angka Magic. Dwight Howard begitu dominan dibawah ring secara defensif maupun ofensif. Cleveland yang begitu perkasa di babak-babak sebelumnya, akhirnya untuk pertama kalinya dalam Playoff tahun ini berada di ujung tanduk. Dan tak pernah bisa keluar dari situasi itu.

Memasuki Game 5 Final Wilayah Timur, Cavaliers dan MVP-nya tertinggal 3-1. Mereka berjuang keras, dan memenangkan pertandingan. 3-2.

Game 6. Game yang bersejarah karena akhirnya Magic mampu mengalahkan tim terbaik NBA 2009 bersama dengan pemain terbaiknya.

King James, begitu terpukul sampai-sampai dia harus meninggalkan lapangan tanpa bersalaman dengan pemain Magic. James juga alpa ketika dia harus mengikuti konferensi pers. NBA pun mendendanya.

Cukuplah mengenai The King, atau KG, Celtics dan sebagainya. Dwight Howard, Pemain Bertahan Terbaik NBA 2009. The Superman. Telah membawa Magic kembali merasakan Final NBA. Terakhir kali Magic ke Final ketika masih diperkuat Shaq dan Penny Hardaway.

Mereka disapu 4-0 oleh Juara Bertahan kala itu, Houston Rocket dengan Bintangnya Hakeem Olajuwon di Finals 1995.

Deja vu? I hope not. Kita semua tentunya tidak ingin menyaksikan Magic kembali disapu di Final NBA. Tidak dengan Superman di bawah ringnya.

Suka atau tidak. Mendukung atau tidak. Fans atau bukan. Supermanlah yang mengalahkan Celtics. Supermanlah yang mengalahkan tim terbaik tahun ini. Supermanlah yang menyingkirkan King James.

Tidak ada Kobe vs Lebron tahun ini di Finals. Mungkin saja, Kobe dan The Lakers menghadapi lawan yang lebih berat dari Lebron dan Cavaliers-nya.

Superman.

(Sumber : nba.com)