Evolusi celana di NBA

September 3, 2009

Michael JordanTahukah anda?

Sebelum era 90-an hingga sekarang, dahulu NBA tampil sangat berbeda. Selain dari rating TV dan jumlah penonton yang meningkat, fashion di NBA pun berbeda jauh dengan NBA saat ini.

Dulu para pemain NBA mengenakan celana basket yang ketat dan sangat pendek. Tapi sekarang sudah berubah. Pebasket di NBA sekarang mengenakan celana basket model baggy dan panjang selutut.

Tapi tahukah anda, siapa yang pertama kali mengubah tradisi ini?

Ternyata Michael Jordan yang menjadi pemain pertama yang memakai celana yang bermodel baggy di NBA.

Hal ini karena Mike, sapaan akrabnya, selalu memakai celana basket tim kuliahnya yaitu North Carolina Tarheels. Celana kuliahnya ini selalu dipakainya di dalam celana Chicago Bulls pada tiap pertandingan NBA.

Jadi Mike harus memakai celana yang lebih besar dan berbeda model dengan celana yang biasa dipakai pemain lainnya.

Gak panas tuh pake celana dobel gitu, Mike?

Advertisements

Sepatu Air Jordan

August 23, 2009

Michael JordanTahukah anda?

Michael Jordan, legenda NBA dan bintang Chicago Bulls yang berhasil membawa tim asal Chicago berlambang banteng merah itu merebut 6 titel juara NBA pada periode 1991-98 ternyata memiliki cerita yang unik.

Semua orang tahu kehebatan Michael Jordan di lapangan, bagaimana kepemimpinannya di Chicago Bulls. Dan bagaimana sosoknya yang sangat disegani di NBA, baik oleh pemain, pelatih maupun wasit sekalipun.

Tapi tahukah anda bahwa Michael Jordan adalah seorang trendsetter fashion di NBA?

Di musim pertamanya di NBA, Jordan yang dikontrak oleh Nike memakai model sepatu yang sangat berbeda dari sepatu pemain basket NBA kala itu. Ia memakai sepatu dengan warna yang sangat serasi dengan warna seragam Chicago Bulls yang berwarna merah dan hitam. NBA menganggap hal ini sebagai suatu pelanggaran kode etik pemakaian seragam. Ketika itu semua pemain basket di NBA memakai sepatu basket berwarna putih polos.

Tapi Michael Jordan tetap memakainya dan lahirlah seri sepatu basket nike dengan kode Air Jordan.


Big Ben kembali berdentang

August 13, 2009

Ben Wallace dengan seragam PistonsAuburn Hills, Michigan

Ben Wallace nyaris gantung sepatu sebelum ia akhirnya memutuskan untuk kembali bermain untuk Detroit Pistons.

Wallace yang  meninggalkan Detroit pada Juli 2006 ketika ia menandatangani kontrak dengan Chicago Bulls, sepakat untuk kembali bermain pada bekas klubnya itu pada hari Rabu kemarin. Pemain yang telah 4 kali mencicipi ajang NBA All-Star itu pernah merasakan manisnya meraih gelar juara NBA pada tahun 2004 bersama Pistons.

Wallace yang mulai tahun 2008 bermain untuk Cleveland Cavaliers di tukar dengan Shaquille O’Neal pada bulan lalu. Tapi Phoenix Suns tidak berminat untuk memberikan kontrak padanya.

Hal inilah yang membuat Big Ben, julukan Ben Wallace karena sosoknya yang tinggi besar seperti layaknya jam Big Ben di London memikirkan untuk gantung sepatu. Tapi kenangan indah bersama Pistons dan bujukan dari Richard “Rip” Hamilton dan Tayshaun Prince, mantan rekannya di Pistons yang membuatnya untuk kembali ke Pistons.

Tahun 2003, Pistons mendapat julukan “The New Breed” karena mereka mendapat suntikan bibit-bibit pemain baru dan haus kemenangan. Hasilnya mereka merengkuh juara NBA 2004.

Tahun ini, jago tembak dari Chicago Bulls Ben Gordon dan Charlie Villanueva masuk barisan ofensif Pistons. Big Ben kembali untuk menjadi “tembok” pertahanan. Bersama Rip dan Tayshaun yang bebas cedera, Pistons kembali menjadi tim wilayah timur yang menakutkan.


Artest Bergabung Dengan Los Angeles Lakers

July 4, 2009

Ron Artest dan Kobe BryantLos Angeles, CA

Setelah Orlando Magic dan Cleveland Cavaliers menghiasi headline dengan berita-berita transfer pemain baru mereka, giliran Los Angeles Lakers yang turut meramaikan bursa transfer pemain. Salah satu defender top di NBA asal Houston Rockets, Ron Artest akhirnya menyetujui untuk bergabung dengan Los Angeles Lakers.

Sang juara NBA 2009 itu mengontrak pemain berjuluk ‘ron-ron’ itu dengan nilai kontrak $32 juta untuk 5 tahun.

“Ron sangat gembira,” Kata David Bauman, agen Ron Artest. “Sangat bersemangat. Ia sudah tidak sabar untuk segera bermain bersama Los Angeles Lakers.”

Bergabungnya Ron Artest mengingatkan kita ketika Dennis Rodman bergabung dengan Chicago Bulls di era 90-an. Karakter ron-ron yang selama ini sering disandingkan dengan perangai Rodman, menjadi deja-vu bagi Phil Jackson, pelatih Lakers.

Rodman yang kala itu menjadi pemain yang susah dikendalikan, ‘diarahkan’ oleh kharisma Michael Jordan. Hasilnya Bulls mengulang 3-peat (3 tahun berturut-turut menjadi juara NBA) di era 1996 s/d 1998.

Dapatkah Kobe Bryant melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan MJ?

Bila ia berhasil melakukan itu, mungkin Juni tahun depan kita akan menyaksikan Kobe dan Ron Artest berfoto bersama trofi Larry O’Brien.

(Sumber photo : nba.com)


Final Pertama MJ

June 11, 2009

Magic vs JordanTahukah anda?

Michael Jordan, Legenda NBA yang membawa Bulls juara NBA 6 kali dalam 8 tahun di tahun 90-an ternyata pernah menelan pil pahit di pertandingan pertamanya di NBA Finals.

Pada tahun 1991, Michael Jordan dan Chicago Bulls merasakan Final pertama mereka melawan Magic Johnson dan LA Lakers.

Final itu disebut-sebut media “Showtime vs Airtime”. Showtime adalah julukan Lakers kala itu dengan permainan “cantik” mereka yang diarsiteki oleh Earvin “Magic” Johnson, sementara airtime diambil dari Julukan Mike, panggilan akrab Jordan, Michael “Air” Jordan.

Pertandingan pertama diadakan di Chicago Stadium, kandang Bulls sebelum mereka pindah ke United Center. Lakers menang di pertandingan tersebut.

Usai pertandingan, MJ yang dianggap pengamat kala itu mengalami choked (demam panggung) terlihat sangat tenang ketika diwawancarai media.

Bulls membalikkan keadaan dan akhirnya menjuarai NBA dengan mengalahkan Lakers 4-1. Itulah awal lahirnya “The Jordan Era”.

Selama 7 musim berikutnya, Bulls yang masuk ke Final 5 kali tidak terkalahkan di NBA Finals.

(Sumber photo : nba.com)


Michael Jordan Memborong MVPs

June 10, 2009

Michael JordanTahukah anda?

Salah satu Legenda NBA, Michael Jordan, pemain yang dianggap sebagai pemain basket terbaik sepanjang masa, pernah menyabet 3 gelar MVP (Most Valuable Player) sekaligus dalam 1 musim.

Prestasi ini terjadi di Musim 95-96, ketika Michael Jordan merebut Gelar MVP Season (pemain terbaik musim tersebut), MVP All-Star (pemain terbaik pada pertandingan All-Star), dan MVP Finals (Pemain terbaik di Final NBA).

Hanya Willis Reed (New York Knicks) pada tahun 1970 yang pernah melakukan hal ini.

(Sumber photo : bullisthoughts.windycitizen.com)


The NBA Finals 2009 : Magic(al) Road To Final

June 7, 2009

thumb-orlando-magic-logoBerbicara mengenai Wilayah Timur NBA, beberapa tahun belakangan ini masih seputar Iverson, Shaq, dan Kevin Garnett. Oh ya, jangan lupakan juga dengan King James, Sang MVP. Pindahnya Garnett dan Ray Allen ke Celtics pada tahun 2007 membawa dampak yang signifikan. Boston Celtics meraih gelar tim terbaik NBA 2008, rekor kemenangan terbaik dan Juara NBA 2008.

Begitu pula pada playoff tahun ini. Cederanya KG, membuat Celtics harus bersusah payah di Babak pertama wilayah timur melawan Chicago Bulls bersama Rookie of the Year, Derrick Rose. Dan akhirnya kandas oleh, yah kalian tahu beritanya, The Orlando Magic.

Orlando Magic, yang ditukangi Stan Van Gundy dan bintangnya Dwight Howard, masuk babak playoff Wilayah Timur sebagai unggulan ke 3 dibawah Cleveland Cavaliers dan Boston Celtics. Mereka bermain di playoff tanpa bintang point guard mereka, Jameer Nelson, yang cedera bahu di awal Februari 2009.

Dibabak pertama Playoff, Magic berhadapan dengan Philadelphia 76ers. Magic kalah pada game pembukaan babak playoff mereka 100-98. Magic harus bersusah payah menghadapi Sixers. Mereka tertinggal 2-1 menjelang Game 4, sebelum akhirnya memenangkan 3 pertandingan berikutnya untuk membalikkan keadaan 4-2.

Tapi, tetap, yang jadi berita di Wilayah Barat adalah bagaimana Boston harus berulang kali dipaksa bermain di perpanjangan waktu, bahkan 5 kali perpanjangan waktu pada dalam 4 game melawan pemain-pemain muda Bulls. Bagaimana The King James dan Cleveland Cavaliers “menyapu” bersih Juara 2004, Detroit Pistons yang telah minus Chauncey Billups.

Di Semifinal Wilayah Timur, setelah menunggu 1 game, Magic akhirnya berhadapan dengan Sang Juara Bertahan, Boston Celtics. Magic tetap underdog. Magic merebut Game 1. Dan kedua tim ini berganti-gantian menjadi pemenang hingga Game 5. Kedudukan 3-2 untuk Celtics. Sebelum akhirnya, Magic memenangkan Game 6 dan menolak untuk memberikan kemenangan pada Celtics di Game 7. Magic menang dan lolos ke Final Wilayah timur.

Tapi, tetap yang menjadi highlight beritanya, Lebron James dan Cleveland Cavaliers terlalu perkasa untuk Atlanta Hawks. Mereka menyapu Hawks 4-0. Sedangkan Magic, menang di Game 7 melawan Juara Bertahan. Game 7. Boston memang kalah. Tapi mereka tanpa Kevin Garnett.

Dwight Howard dinobatkan menjadi Pemain Bertahan Terbaik. Tapi, Lebron menjadi MVP. Semua orang mulai membicarakan kemungkinan Lebron vs Kobe di Final. Final Impian. Akhirnya benar-benar jadi impian. Tidak pernah menjadi kenyataan.

Kejutan mulai keliatan. Game 1, Cleveland Cavaliers yang tak terkalahkan akhirnya roboh oleh Magic-nya Superman. Dwight Howard begitu perkasa. Tapi King James menunjukkan tajinya, di akhir game 2, Cavs ketinggalan 2 angka, 93-95. Waktu menipis. Cavs memainkan Isolation untuk The King. King James lolos. Lepaskan tembakan 3 angka. Masuk. Cavs lega. Magic punya satu kesempatan. Dan gagal. 1-1.

Game berikutnya tetap ketat. Tapi Cleveland kewalahan dengan tembakan 3 angka Magic. Dwight Howard begitu dominan dibawah ring secara defensif maupun ofensif. Cleveland yang begitu perkasa di babak-babak sebelumnya, akhirnya untuk pertama kalinya dalam Playoff tahun ini berada di ujung tanduk. Dan tak pernah bisa keluar dari situasi itu.

Memasuki Game 5 Final Wilayah Timur, Cavaliers dan MVP-nya tertinggal 3-1. Mereka berjuang keras, dan memenangkan pertandingan. 3-2.

Game 6. Game yang bersejarah karena akhirnya Magic mampu mengalahkan tim terbaik NBA 2009 bersama dengan pemain terbaiknya.

King James, begitu terpukul sampai-sampai dia harus meninggalkan lapangan tanpa bersalaman dengan pemain Magic. James juga alpa ketika dia harus mengikuti konferensi pers. NBA pun mendendanya.

Cukuplah mengenai The King, atau KG, Celtics dan sebagainya. Dwight Howard, Pemain Bertahan Terbaik NBA 2009. The Superman. Telah membawa Magic kembali merasakan Final NBA. Terakhir kali Magic ke Final ketika masih diperkuat Shaq dan Penny Hardaway.

Mereka disapu 4-0 oleh Juara Bertahan kala itu, Houston Rocket dengan Bintangnya Hakeem Olajuwon di Finals 1995.

Deja vu? I hope not. Kita semua tentunya tidak ingin menyaksikan Magic kembali disapu di Final NBA. Tidak dengan Superman di bawah ringnya.

Suka atau tidak. Mendukung atau tidak. Fans atau bukan. Supermanlah yang mengalahkan Celtics. Supermanlah yang mengalahkan tim terbaik tahun ini. Supermanlah yang menyingkirkan King James.

Tidak ada Kobe vs Lebron tahun ini di Finals. Mungkin saja, Kobe dan The Lakers menghadapi lawan yang lebih berat dari Lebron dan Cavaliers-nya.

Superman.

(Sumber : nba.com)